Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Gempa di Sumba Barat karena Sesar Naik

Antara
22/1/2019 08:32
Gempa di Sumba Barat karena Sesar Naik
(Ilustrasi: BMKG -- ANTARA News/ BMKG)

KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Waingapu, Arief Tyastama mengatakan gempa yang menguncang wilayah Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dibangkitkan oleh sesar naik (Thrust Fault).       

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Sumba Barat ini dibangkitkan oleh sesar naik (Thrust Fault)," katanya di Kupang, Selasa (22/1).

Pada Selasa (22/1) pukul 06.59.25 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa bumi tektonik.       

Hasil analisa BMKG menunjukkan, informasi awal gempa ini memiliki kekuatan 6,2 pada Skala Richter yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 6 pada Skala Richter.     

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10,4 LS dan 119,06 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 92 km arah barat daya Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Propinsi NTT pada kedalaman 47 km.

Baca juga: Awas Puncak Musim Hujan

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di daerah Tambolaka IV-V MMI, Waingapu, Sumbawa dan Bima III MMI.       

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.       

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami, lanjutnya.

Hingga pukul 07.26 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan kekuatan 5,2 pada Skala Richter dan 3,2 pada Skala Richter.    

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya