Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meilano menyatakan tren kejadian kegempaan di Tanah Air kian berubah. Trennya, ribuan peristiwa gempa yang dulu kerap terjadi di bagian timur Indonesia, kini di bagian barat Indonesia lebih sering dilanda gempa. Kecenderungan itu berpotensi mengancam karena wilayah barat lebih banyak penduduknya.
"Sebelum gempa Aceh pada 2004, gempa 78% terjadi di timur sedangkan di wilayah barat hanya 22%. Setelah gempa Aceh, berubah gempa di wilayah barat 52% dan di timur 48%," ungkapnya dalam diskusi Disaster Outlook 2019 di Jakarta, Kamis (31/1).
Baca juga: LIPI: Indonesia Rentan Gempa di Tiga Lempeng Kerak Bumi
Menurutnya, belum bisa dipastikan apakah tren tersebut akan terus meningkat. Hal itu masih menjadi misteri yang perlu diungkap peneliti. Namun, ia mengatakan kemungkinannya tetap terbuka. "Bisa saja meningkat tapi bisa juga kembali di timur aktivitasnya lebih banyak. Kita tidak pernah tahu. Perilaku gempa bisa berubah-ubah," ucapnya.
Bencana akibat gempa, lanjutnya, kini perlu diperhatikan lebih serius. Berdasarkan statistik kerugian bencana yang ia himpun dari berbagai lembaga termasuk BNPB, pada kurun 1965-1990 bencana yang paling dianggap mengerikan karena memakan banyak korban ialah letusan gunung berapi. Namun, sejak 1990 frekuensi serta dampak bencana gempa lebih banyak dan destruktif. (OL-7)
Latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved