Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meilano menyatakan tren kejadian kegempaan di Tanah Air kian berubah. Trennya, ribuan peristiwa gempa yang dulu kerap terjadi di bagian timur Indonesia, kini di bagian barat Indonesia lebih sering dilanda gempa. Kecenderungan itu berpotensi mengancam karena wilayah barat lebih banyak penduduknya.
"Sebelum gempa Aceh pada 2004, gempa 78% terjadi di timur sedangkan di wilayah barat hanya 22%. Setelah gempa Aceh, berubah gempa di wilayah barat 52% dan di timur 48%," ungkapnya dalam diskusi Disaster Outlook 2019 di Jakarta, Kamis (31/1).
Baca juga: LIPI: Indonesia Rentan Gempa di Tiga Lempeng Kerak Bumi
Menurutnya, belum bisa dipastikan apakah tren tersebut akan terus meningkat. Hal itu masih menjadi misteri yang perlu diungkap peneliti. Namun, ia mengatakan kemungkinannya tetap terbuka. "Bisa saja meningkat tapi bisa juga kembali di timur aktivitasnya lebih banyak. Kita tidak pernah tahu. Perilaku gempa bisa berubah-ubah," ucapnya.
Bencana akibat gempa, lanjutnya, kini perlu diperhatikan lebih serius. Berdasarkan statistik kerugian bencana yang ia himpun dari berbagai lembaga termasuk BNPB, pada kurun 1965-1990 bencana yang paling dianggap mengerikan karena memakan banyak korban ialah letusan gunung berapi. Namun, sejak 1990 frekuensi serta dampak bencana gempa lebih banyak dan destruktif. (OL-7)
Di tengah kemajuan teknologi, satu pertanyaan besar masih menghantui para ilmuwan, kapan dan di mana gempa besar berikutnya akan mengguncang?
Gempa dangkal M 4,9 guncang Konawe Kepulauan, Sultra, Kamis (26/3). Getaran terasa kuat hingga Kendari dan Konsel dipicu aktivitas Sesar Naik Tolo.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
DUA bangunan rumah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan rusak terdampak gempa 4,2 magnitudo, Minggu (15/3). Kedua bangunan itu berada di dua lokasi berbeda.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved