Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN warga Kota Padang, Sumatra Barat, merasakan gempa bumi dengan magnitudo 5,6 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Sabtu (12/1), pukul 02.05 WIB.
"Sangat terasa," kata Warik, seorang warga Padang yang tinggal di kawasan Ujung Gurun. Hal senada juga dikatakan Oki. Dia mengaku, saat di kawasan GOR H Agus Salim, Padang, terasa guncangan yang cukup kuat.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan 5,5 SR yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,6 SR.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,51 LS dan 101,16 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 105 km arah selatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Propinsi Bengkulu, pada kedalaman 50 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra," terangnya.
Dia melanjutkan, konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault)," ujarnya.
Menurutnya, gncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Bengkulu Utara, Lebong, Mukomuko dalam skala intensitas III-IV MMI, di daerah Kota Bengkulu dalam skala intensitas III MMI, dan di daerah Kepahiang, Bengkulu Selatan dan Padang dalam skala intensitas II MMI.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami," ungkapnya.
Hingga pukul 02.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," pintanya. (OL-7)
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, pada Selasa pukul 00.40 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Ilmuwan Kyoto University temukan mekanisme unik bagaimana aktivitas matahari memengaruhi kerak bumi melalui ionosfer. Mungkinkah badai matahari memicu gempa?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved