Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Politikus PDIP Guntur Romli membantah instruksi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada jajaran partai untuk menolak rencana pemberian gelar pahlawan nasional pada Soeharto
KNPI menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke-2 Soeharto.
Terlepas dari berbagai kekurangannya, Orde Baru memberikan harapan baru karena stabilitas politik, ekonomi tumbuh setelah Orde Lama.
Sesepuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH Adib Rofi’uddin Izza menyampaikan dukungan atas penganugerahan Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto sebagai Pahlawan Nasional
Kyai E.S. Mubarok mengingatkan pentingnya menilai sejarah secara bijak dan objektif dalam menyikapi pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto.
Tokoh pergerakan mahasiswa era Orde Baru, MS Soelaeman, mengajak publik untuk melihat pemberian gelar pahlawan ansional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto secara proporsional.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan anugerah gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal Besar TNI Soeharto.
PRESIDIUM Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi mendukung pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, tidak semestinya dipahami sebagai bentuk pelupaan terhadap luka sejarah.
Prasetyo mengatakan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan atas jasa dan kontribusi selama memimpin Indonesia.
Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mendukung pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Gus Dur.
Koordinator Pusat DEMA PTKIN Miftahul Rizqy, menegaskan warisan pembangunan yang digagas oleh Presiden ke-2 RI Soeharto masih memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
Penolakan terhadap rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto, dinilai mencerminkan bahwa bangsa Indonesia belum sepenuhnya berdamai dengan masa lalu.
Kedewasaan berdemokrasi terlihat ketika kita mampu menilai sejarah secara berimbang, tanpa glorifikasi berlebihan maupun penolakan total.
Menurut Muhadjir, baik Soekarno maupun Soeharto memiliki kontribusi besar dan tidak bisa dipungkiri terhadap perjalanan bangsa.
MENTERI Kebudayaan Fadli Zon menuturkan 24 orang masuk dalam prioritas mendapatkan gelar pahlawan nasional. Fadli Zon enggan menyebut ada atau tidak nama Soeharto
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Golkar, Nurul Arifin menilai Soeharto berjasa meletakkan dasar perekonomian Indonesia
Presiden memiliki pertimbangan dan pandangan yang matang terhadap tokoh-tokoh yang akan diberi gelar pahlawan, sesuai peran dan masa baktinya ketika mengabdi kepada bangsa.
40 Nama diusulkan untuk gelar pahlawan nasional dari Menteri Sosial di antaranya Presiden ke-2 Indonesia Soeharto, Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid, hingga Marsinah (Aktivis).
Marsinah diculik dan tewas secara misterius pada 1993, setelah aktif memimpin aksi mogok kerja memperjuangkan hak-hak buruh.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved