Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto pada Senin (10/1) besok.
Prasetyo mengungkapkan selain Soeharto ada 9 nama lainnya yang mendapatkan gelar pahlawan nasional. "Besok, insyaallah akan diumumkan. (Soeharto) Ya, masuk," kata Prasetyo di Jakarta, Minggu (9/11).
Prasetyo mengatakan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan atas jasa dan kontribusi selama memimpin Indonesia.
"Itu kan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apapun sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara," katanya.
Pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto menuai kritik. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, menilai rencana itu justru berisiko merusak nilai-nilai kepahlawanan yang menjadi fondasi moral bangsa.
“Kalau negara tetap memaksakan (Soeharto) jadi pahlawan, saya kira kita sedang merusak nilai-nilai kepahlawanan itu sendiri,” ujar pria yang akrab disapa Uceng dalam keterangannya, Kamis (6/11).
Zainal menegaskan sosok pahlawan seharusnya menjadi panutan moral dan teladan bagi masyarakat. Ia mempertanyakan, aspek apa yang bisa diteladani dari sosok Soeharto yang identik dengan rezim otoriter terlama dalam sejarah Indonesia.(P-1)
Direktur Garuda Institute, Muhammad Irvan Mahmud Asia menilai Presiden ke 2 RI Soeharto layak dianugerahi gelar pahlawan nasional atas jasa-jasanya selama 32 tahun memimpin Indonesia.
Kedewasaan berdemokrasi terlihat ketika kita mampu menilai sejarah secara berimbang, tanpa glorifikasi berlebihan maupun penolakan total.
Ketua Yayasan 78 Agung Foundation, Relly Reagen, mendukung wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal Besar H. M. Soeharto.
Politikus PDIP Guntur Romli membantah instruksi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada jajaran partai untuk menolak rencana pemberian gelar pahlawan nasional pada Soeharto
KNPI menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke-2 Soeharto.
Terlepas dari berbagai kekurangannya, Orde Baru memberikan harapan baru karena stabilitas politik, ekonomi tumbuh setelah Orde Lama.
Sesepuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH Adib Rofi’uddin Izza menyampaikan dukungan atas penganugerahan Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto sebagai Pahlawan Nasional
Kyai E.S. Mubarok mengingatkan pentingnya menilai sejarah secara bijak dan objektif dalam menyikapi pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto.
Tokoh pergerakan mahasiswa era Orde Baru, MS Soelaeman, mengajak publik untuk melihat pemberian gelar pahlawan ansional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto secara proporsional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved