Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Salah satu mahasiswa yang turun demo, Rizki, mengaku kelompoknya akan segera memenuhi Istana Negara yang berada di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.
Di antaranya yaitu kerusakan pada Pintu Entrance MRT Bundaran HI dan Pintu Entrance MRT Setiabudi Astra
Yang ditangkap itu rata-rata dari kalangan pelajar yang membentuk kelompok dan ditangkap dari beberapa lokasi.
Kendati demikian, BKPM meminta demonstran untuk menyampaikan aspirasi dengan damai. Mengingat aksi protes yang meluas di berbagai wilayah sudah diwarnai tindakan anarkis.
Selain itu, pihaknya mengerahkan 10 mobil penyapu jalan atau street sweeper untuk mempercepat pembersihan sampah.
Sebelumnya massa yang sempat dipukul mundur oleh kepolisian ke arah Halte Busway Harmoni memaksa maju ke arah Simpang Harmoni.
Kasus covid-19 di Amerika Serikat langsung melonjak tajam setelah terjadinya aksi demonstrasi.
Para pendemo juga diimbau untuk menggelar aksi secara damai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Akan ada tindakan tegas kepada aktor intelektual bergulirnya demo itu.
Sejumlah elemen buruh dari berbagai daerah termasuk Cimahi menggelar unjuk rasa sejak Selasa (6/10) lalu untuk menentang UU Cipta Kerja tanpa menghiraukan protokol kesehatan.
Ambulans yang dikerahkan sekitar 15-20 unit per sif. Ambulans ini sudah dikerahkan selama 3 hari belakangan ini.
Jika ada pihak yang merasa keberatan, ada jalur uji materi ke Mahkamah Konstitusi.
Beberapa pendemo masuk ke area kompleks Kementerian ESDM dan merusak gedung.
Aksi unjuk rasa terhadap UU Cipta Kerja yang berujung anarkis, turut berdampak pada area proyek konstruksi MRT Jakarta Fase 2 dengan rute Bundaran HI-Kota.
Hingga sore ini, aksi protes terhadap UU Cipta Kerja masih terjadi di wilayah Ibu Kota. Namun, PT KCI tetap mengoperasikan KRL sesuai ketentuan PSBB.
Aksi tersebut digelar di Bundaran Air Mancur, di Jalan Faqih Jalaluddin, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Kamis (8/10).
Apalagi di tengah pandemi Covid-19, Argo berharap masa untuk tidak melakukan demonstrasi agar mencegah adanya klaster baru Covid-19.
Ribuan para pengunjuk rasa yang terdiri dari buruh dan mahasiswa di dua lokasi berbeda di DPRD Medan dan DPRD Sumut memprotes dan menolak UU Cipta Kerja.
Pemerintah seharusnya lebih memahami suasana psikologis dan kekecewaan sebagian masyarakat akibat pemberlakuan UU tersebut.
Demonstrasi gelombang pertama sekitar pukul 11.00 sampai pukul 12.00 WIB berlangsung damai.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved