Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
Polisi tangkap peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang (AP) Hasanuddin
KETUA Bidang Hukum dan Advokasi Pemuda Muhammadiyah, Nasrullah menyatakan bahwa pihaknya menghormati hasil putusan sidang etik BRIN terhadap Andi Pangerang (AP) Hasanuddin.
Bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas dengan nomor koleksi 76 G kembali mekar di penghujung libur panjang setelah Lebaran 2023.
BARESKRIM POLRI akan menarik seluruh pelaporan terkait dugaan ancaman pembunuhan peneliti BRIN Andi Pangerang Hasanuddin terhadap warga Muhammadiyah.
Komisi VII DPR RI meminta Presiden Joko Widodo membubarkan BRIN. Langkah tersebut harus diambil sebagai wujud tanggung jawab atas kekisruhan yang kerap terjadi melibatkan para penelitinya.
Karena apa yang dilakukan AP Hasanuddin tergolong dalam pelanggaran hukum, maka proses hukum harus tetap berjalan
KUOTA minimal 30% keterwakilan perempuan bakal calon anggota legislatif dalam Pemilu 2024 masih membebani partai politik.
Peneliti BRIN yang melontarkan ancaman terhadap Muhammadiyah di media sosial, hari ini menjalani sidang etik.
Azrul mengatakan, selama ini, tidak pernah ada masalah perbedaan penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri di Tanah Air.
Polri perlu mengambil langkah tegas guna menginterupsi kekerasan di media sosial yang dapat bereskalasi menjadi kekerasan di dunia nyata.
Polisi harus melaksanakan tugas dan kewenangannya sebagai penegak hukum, memproses perkara AP Hasanuddin dan membawanya ke pengadilan.
Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi mengutuk komentar yang dilontarkan peneliti BRIN di medsos terkait ancaman kepada warga Muhammadiyah soal perbedaan penetapan Idul Fitri 1444 Hijriah.
Saleh Partaonan Daulay menegaskan, pernyataan oknum peneliti berinisial APH yang menghalalkan darah semua warga Muhammadiyah itu tidak pantas disampaikan seorang ASN.
“JIKA hari kiamat akan tiba sesaat lagi dan engkau masih membawa tunas sebatang pohon untuk kamu tanam di semak belukar, teruskan niatmu dan tanamlah.” (Hadis)
Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Maneger Nasution mengatakan bahwa peneliti BRIN tersebut memiliki akal pendek.
Nasir Djamil mengatakan sangat tidak layak dan patut seorang aparatur sipil negara yang bekerja untuk pengembangan ilmu dan pengetahun mengeluarkan kata-kata yang bernada ancaman tersebut.
Ancaman itu dikeluarkan pegawai BRIN AP Hasanddin terkait perbedaan metode penetapan hari raya Lebaran 2023 oleh Muhammadiyah.
Meski sudah periset BRIN meminta maaf, BRIN tetap akan menggelar sidang Majelis Etik ASN, Rabu (26/4).
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad mengimbau agar warga Muhammadiyah tetap bijak dan dewasa dalam menyikapi hal tersebut.
Peneliti BRIN Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, MUI: Biar Kepolisian yang Urus
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved