Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

PSM Makassar Vs Persis Solo: Laga Hidup Mati Menjauh dari Zona Merah

Khoerun Nadif Rahmat
03/4/2026 14:43
PSM Makassar Vs Persis Solo: Laga Hidup Mati Menjauh dari Zona Merah
Informasi pertandingan PSM Makassar vs Persis Solo.(Dok. Google)

PERSAINGAN sengit papan bawah bakal tersaji saat PSM Makassar vs Persis Solo dalam lanjutan Indonesia Super League 2025/2026 di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH), Parepare, Sabtu (4/4). Kedua tim mengemban misi serupa, yakni memetik poin penuh demi mengamankan posisi dari ancaman degradasi yang kian nyata.

Hingga saat ini, tim berjuluk Juku Eja masih tertahan di peringkat ke-13 dengan torehan 24 poin. Kondisi serupa dialami Laskar Sambernyawa yang membayangi di posisi ke-15 dengan koleksi 20 poin.

Kekalahan bagi salah satu tim hanya akan memperberat langkah mereka untuk tetap bertahan di kasta tertinggi kompetisi sepak bola nasional.

Pelatih Kepala Persis Solo, Milomir Seslija, menyatakan kesiapan armada asuhannya setelah menjalani pemusatan latihan. Ia memastikan seluruh pemain dalam kondisi bugar dan tidak ada kendala fisik yang mengganggu persiapan taktis tim.

“Tidak ada yang cedera. Para pemain melakukannya dengan baik. Saya berterima kasih kepada mereka atas disiplin dan kerja kerasnya. Para pemain telah mempersiapkan tim kami secara taktis,” ujar sosok yang akrab disapa Milo tersebut dikutip dari laman resmi klub.

Menyadari tensi pertandingan yang tinggi, Milo menekankan bahwa aspek mental akan menjadi kunci di lapangan. Menurutnya, setiap tim saat ini tengah berjuang keras untuk bertahan hidup di liga, sehingga kesiapan teknis saja tidak akan cukup tanpa didukung psikologis yang kuat.

“Semua orang berjuang untuk bertahan. Ke depan tidak akan mudah lagi. Kami harus bersiap sedia secara taktis, teknis, dan psikologis,” tuturnya.

Selain kesiapan fisik, ia juga memberikan catatan khusus mengenai fokus dan pengendalian emosi sepanjang laga. Ia berharap anak asuhnya mampu meminimalisasi kesalahan individu yang dapat berakibat fatal bagi hasil akhir pertandingan.

“Mereka harus mengontrol emosi. Semua orang bisa melakukan kesalahan dan harus menanggung konsekuensinya. Saya harap mereka melakukan lebih sedikit kesalahan dibanding lawan dan terus berusaha untuk memenangkan pertandingan,” pungkas Milo.
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya