Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DONGENG tentang 'Pangeran Mesir' di Liga Primer segera berakhir. Mohamed Salah, sang pangeran, memutuskan untuk meninggalkan Liverpool pada musim panas nanti. Lebih dari 400 pertandingan yang ia ikut bermain untuk 'si Merah' membuat Salah pantas untuk ditempatkan sebagai salah satu legenda besar Liverpool.
Kepergian Salah pantas dilepas dengan sebuah penghormatan yang tinggi. Tercatat 255 gol yang ia persembahkan untuk Liverpool. Salah mendapatkan Sepatu Emas atas produktivitas yang tinggi bagi Liverpool. Bahkan itu dilakukan tidak hanya sekali, tetapi empat kali.
Lemari penghargaan yang diperoleh Liverpool semakin penuh atas kontribusi yang ikut disumbangkan penyerang asal Mesir itu. Semua piala tertinggi ikut dipersembahkan Salah untuk 'si Merah', mulai Piala Carabao, Piala FA, Piala Liga Primer, Piala Champions, hingga Piala Antarklub Dunia.
Yang lebih istimewa prestasi tertinggi itu didapatkan setelah Liverpool melewati masa paceklik yang panjang. 'Si Merah' kembali menjadi kekuatan yang disegani setelah kedatangan Salah pada 2017. 'The Kop' pun kembali bergairah untuk mendukung Liverpool di Anfield.
Berbagai penghargaan pemain terbaik yang ia terima selama 10 musim di Liverpool merupakan pembuktian bahwa 'Pangeran Mesir' itu membawa sesuatu yang istimewa ke Anfield. Pelatih asal Jerman Juergen Klopp merupakan sosok yang paling merasakan sumbangsih Salah kepada tim asuhannya. Ia bisa meninggalkan Anfield dengan kepala tegak karena Salah membuat dirinya dikenang sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah dimiliki 'si Merah'.
Masyarakat Liverpool pun menempatkan Salah sebagai sosok yang istimewa di hati mereka. Islamofobia di Liverpool turun drastis di Liverpool setelah kedatangan Salah. Ia menjadi simbol Islam yang rahmatan lil alamin, yang memberikan rasa damai dan penuh persaudaraan.
Salah tidak pernah menunjukkan keislaman yang berlebihan selama di Liverpool. Ia hanya menjalankan syariat sesuai dengan keyakinannya seperti menjalankan puasa saat musim kompetisi berlangsung. Sampai Football Association memperbolehkan ada break saat buka puasa tiba untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang menjalankan puasa bisa membatalkan terlebih dahulu puasa mereka.
KEPUTUSAN TEPAT
Keputusan Salah untuk meninggalkan Liverpool merupakan keputusan yang tepat. Ia sudah tidak muda lagi. Usianya akan memasuki 34 tahun pada 15 Juni yang akan datang. Usia yang sudah tidak mudah untuk mengikuti musim kompetisi yang begitu ketat di Inggris dan Eropa.
Pada akhir musimnya dengan Liverpool, produktivitas Salah sudah mulai menurun. Ketajaman untuk mencium peluang dan menciptakan gol sudah jauh berkurang. Keterpurukan Liverpool di musim kompetisi kali ini, salah satunya, disebabkan menurunnya jumlah gol yang bisa diciptakan Salah. Apabila biasanya ia bisa menyumbangkan 32 gol dalam satu musim, sekarang ini hanya lima gol yang bisa ia ciptakan.
Pelatih Arne Slot pada awalnya masih melihat Salah sedang tidak beruntung saja. Namun, ketika produktivitasnya tidak kunjung membaik, pelatih asal Belanda itu akhirnya memutuskan untuk membangkucadangkan Salah.
Persoalannya berkembang menjadi perseteruan di dalam tim karena Slot tidak pernah menyampaikan alasan membangkucadangkan itu kepada Salah. 'Sang Pangeran' yang sedang frustrasi kehilangan ketajaman terlalu emosional untuk merespons. Ia membawa konflik di dalam tim itu dengan berbicara kepada media.
Media Inggris mengangkat isu perseteruan menjadi seri pemberitaan yang menghebohkan. Akibatnya hubungan antara Slot dan Salah menjadi semakin jauh. Suasana di dalam tim pun menjadi tidak kondusif. Akibatnya, prestasi Liverpool ikut terganggu sehingga terpuruk hingga sekarang ini.
Beruntung kedewasaan di dalam tim membuat semua menyadari bahwa sikap saling benar sendiri tidak memberikan manfaat kepada tim. Setidaknya ada dua kesempatan yang masih dimiliki Liverpool di musim ini, yakni Piala FA dan Liga Champions.
Liverpool masih bertahan hingga perempat final. Di ajang Piala FA, tim asuhan Slot harus bertemu lawan berat Manchester City, 4 April mendatang. Empat hari kemudian, Virgil van Dijk dan kawan-kawan harus bertemu juara bertahan Paris Saint Germain di perempat final Liga Champions.
Itu merupakan kesempatan emas bagi Salah untuk menutup kariernya di Liverpool dengan lebih indah. 'The Kop' tidak hanya akan berterima kasih apabila Salah bisa melakukan itu, tetapi juga menyejajarkan dirinya dengan bintang besar Liverpool seperti Kenny Dalglish, Ian Rush, John Barnes, atau Steven Gerrard.
SAAT DI PUNCAK
Tidak ada keputusan mundur yang lebih indah ketika sedang berada di puncak. Semua orang akan mengenang kepergian dengan cerita yang indah. Cerita itu bahkan akan dikenang orang sepanjang masa sebagai pemain besar.
Itulah yang membuat keputusan Salah untuk meninggalkan Liverpool menjadi sangat tepat. Banyak pemain yang sulit menentukan kapan harus mundur sehingga akibatnya, prestasinya terus menurun dan akhirnya yang diingat hanya keterpurukannya, bukan kehebatannya.
Diego Maradona merupakan salah satu contohnya. Tidak ada seorang pun yang akan menyangkal bahwa ia merupakan 'El Pibe de Oro'. Ia membawa Argentina merebut Piala Dunia untuk kedua kalinya pada 1986. Bahkan klub kecil seperti Napoli bisa dibawa menjadi juara Seri A Italia. Namun, cerita Maradona menjadi mengenaskan karena ia tidak tahu kapan harus mundur.
Mahabintang asal Argentina itu sampai kecanduan narkoba. Hasilnya, ia dilarang bermain saat membela negaranya di ajang Piala Dunia 1994 karena hasil tes dopingnya positif. Maradona meninggal dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
Sebaliknya pemain sekelas Pele, Franz Beckenbauer, atau Johan Cruyff selalu diingat pencinta sepak bola karena kehebatan mereka. Orang selalu ingat Pele sebagai pemain yang bisa mencetak 1.000 gol selama kariernya dan tiga kali membawa Brasil menjadi juara dunia. Beckenbauer dikenang sebagai 'Der Kaiser' karena keanggunannya bermain sebagai libero. Cruyff selalu diingat sebagai pelopor total football yang selalu bermain menyerang.
Faktor yang paling sulit dilawan pemain ialah usia. Apalagi dalam era speed and power game seperti sekarang ini, faktor kondisi fisik sangat menentukan. Dengan tiga pertandingan yang harus dimainkan setiap minggu, praktis hanya dua hari waktu istirahat yang dimiliki pada setiap musim.
Salah tidak bisa dimungkiri merupakan salah satu pemain dunia yang memiliki kondisi fisik yang prima. Jarang Salah mengalami cedera dan harus istirahat panjang. Sejak zaman Klopp ia menjadi andalan dan selalu menjadi starter Liverpool.
Dengan tinggi badan 175 cm, Salah terlihat kecil jika dibandingkan dengan para pemain belakang Eropa. Namun, ia memiliki kuda-kuda yang baik sehingga tidak mudah goyah meski harus menghadapi benturan badan dengan pemain lawan. Teknik bolanya yang tinggi membuat Salah selalu mampu keluar dari tekanan pemain belakang lawan.
Saat tampil di final Liga Champions 2018, Salah sampai harus di-smack-down center-back Real Madrid Sergio Ramos untuk menghentikan laju larinya. Karena posisi jatuh yang salah, 'Pangeran Mesir' itu lepas engsel pundaknya dan harus ditarik keluar lapangan. Liverpool pun gagal mengangkat piala setelah dipaksa menyerah 1-3 oleh 'Los Blancos'.
Namun, setahun kemudian Salah membawa Liverpool kembali ke final Liga Champions dengan membalikkan ketinggalan tiga gol dari Barcelona dengan merebut kemenangan telak 4-0 di Anfield. Salah pun ikut mengangkat Piala Champions seusai di final menang 2-0 atas Tottenham Hotspur.
Cerita indah di awal keberadaan di Liverpool yang kini ditunggu 'the Kop' dari Salah. Setidaknya Liverpool tidak mengakhiri musim kompetisi sekarang ini dengan tangan hampa. Ajang Piala FA dan Liga Champions menjadi pertaruhan terakhir Salah.
KETIKA dua tahun lalu ditunjuk menjadi pelatih Bayern Muenchen, banyak yang meragukan Vincent Kompany akan mampu mengembalikan kebesaran klub raksasa asal Bavaria itu.
TIDAK ada jaminan prestasi sepak bola akan bisa terus bertahan.
PEKAN lalu saya mendapat undangan untuk berdiskusi dalam dialog meja bundar yang diselenggarakan Televisi Republik Indonesia (TVRI).
SEPERTI cuaca, begitulah prestasi klub sepak bola yang begitu cepat berubah sekarang ini.
Pada September 2023, Al Ittihad sempat mengajukan tawaran fantastis senilai 150 juta pound sterling, namun saat itu ditolak mentah-mentah oleh manajemen The Reds.
Mohamed Salah resmi tinggalkan Liverpool musim panas ini. Simak perjalanan emosional sang 'Egyptian King', dari rekor gol yang melampaui Wayne Rooney
Terungkap! Inilah kronologi ketegangan antara Mohamed Salah dan manajer Arne Slot yang berujung pada keputusan mengejutkan untuk meninggalkan Liverpool lebih awal.
Kabar emosional menyelimuti Anfield setelah Mohamed Salah secara resmi mengumumkan akan meninggalkan Liverpool FC pada akhir musim 2025/2026.
Mohamed Salah memutuskan untuk tidak memperpanjang masa baktinya yang telah berlangsung selama sembilan tahun di Anfield.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved