Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Kalah Efektif dari Osasuna, Alvaro Arbeloa Soroti Penurunan Intensitas Real Madrid

Basuki Eka Purnama
23/2/2026 05:47
Kalah Efektif dari Osasuna, Alvaro Arbeloa Soroti Penurunan Intensitas Real Madrid
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

REAL Madrid harus menelan pil pahit dalam lanjutan Liga Spanyol 2025/2026 setelah takluk 1-2 dari Osasuna di Stadion El Sadar, Pamplona, Minggu (22/2) dini hari WIB. Hasil ini membuat langkah Los Blancos untuk memperkokoh posisi di puncak klasemen sementara terhambat.

Tuan rumah tampil sangat efisien di depan gawang. Berdasarkan data Fotmob, Osasuna hanya membutuhkan dua tembakan tepat sasaran untuk mencetak dua gol dari total 13 percobaan. 

Sebaliknya, Real Madrid kesulitan mengonversi peluang; meski mencatat lima tembakan tepat sasaran, pasukan Alvaro Arbeloa hanya mampu mencetak satu gol melalui Vinicius Junior pada menit ke-73.

Sebelumnya, Osasuna unggul lebih dulu lewat Ante Budimir pada menit ke-38. Setelah kedudukan sempat imbang, drama terjadi di menit ke-90 ketika Raul Garcia mencetak gol kemenangan Osasuna. Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR karena indikasi offside, namun akhirnya disahkan oleh wasit.

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengakui bahwa efektivitas menjadi pembeda dalam laga ini. 

"Osasuna memainkan permainan mereka. Dua kali menembak ke gawang, mereka mencetak dua gol," ujar Arbeloa dalam laman resmi klub.

Selain menyoroti efektivitas lawan, Arbeloa juga mengeluhkan keputusan pengadil lapangan. 

Ia merasa ada ketidakadilan terkait keputusan offside yang mempengaruhi jalannya pertandingan. 

"Sebenarnya ada dua kali keputusan offside yang merugikan kami. Saya pikir, dari sisi kami, itu bukanlah pertandingan yang bagus," tutur pelatih asal Spanyol tersebut.

Menanggapi performa skuadnya, Arbeloa menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan intensitas tinggi. Ia menyadari bahwa jadwal padat yang mengharuskan tim bermain setiap tiga hari sekali menjadi tantangan besar bagi fisik para pemain. 

Namun, ia menegaskan bahwa standar di Real Madrid menuntut mereka untuk selalu tampil lebih baik.

"Kami harus bermain lebih baik, dengan intensitas lebih tinggi. Tidak mudah melakukannya, tetapi itulah yang dituntut dari Real Madrid," tegasnya.

Kekalahan ini membuat Real Madrid tertahan dengan koleksi 60 poin dari 25 pertandingan. Di sisi lain, kemenangan ini menjadi catatan positif bagi Osasuna yang kini naik ke peringkat sembilan klasemen dengan 33 poin. 

Osasuna sendiri sedang dalam tren impresif dengan catatan tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir di La Liga, dengan rincian empat kemenangan dan satu hasil imbang.

Bagi Real Madrid, evaluasi mendalam menjadi krusial di sisa musim ini mengingat ketatnya persaingan di papan atas klasemen La Liga. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya