Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Como vs Fiorentina, Hujan Kartu Merah Warnai Kemenangan La Viola

Basuki Eka Purnama
15/2/2026 04:31
Como vs Fiorentina, Hujan Kartu Merah Warnai Kemenangan La Viola
Laga Serie A antara Como dan Fiorentina(X @SerieA_EN)

STADION Giuseppe Sinigaglia menjadi saksi bisu laga penuh drama dalam lanjutan Serie A, Sabtu (14/2) malam WIB. Tuan rumah Como 1907 harus menelan pil pahit setelah dipaksa menyerah 1-2 oleh tamunya, Fiorentina

Laga ini tidak hanya menyajikan pertarungan taktik, tetapi juga tensi tinggi yang berujung pada pengusiran pemain dan pelatih.

Sejak peluit pertama dibunyikan, pasukan Cesc Fabregas sebenarnya tampil dominan. Motor serangan mereka, Nico Paz, berulang kali merepotkan barisan pertahanan lawan. 

Peluang emas pertama lahir pada menit ke-19 melalui sepakan Paz, namun ketangguhan David de Gea di bawah mistar gawang Fiorentina berhasil mementahkan upaya tersebut.

Keasyikan menyerang justru menjadi bumerang bagi Como. Pada menit ke-26, sebuah kesalahan di lini belakang dalam menyapu bola dimanfaatkan dengan sempurna oleh Nicolo Fagioli. 

Gelandang Fiorentina tersebut melakukan aksi individu menawan, melewati tiga pemain Como sebelum melepaskan tembakan akurat ke tiang dekat yang gagal dihalau kiper Jean Butez di menit 26. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Fabregas mencoba melakukan penyegaran dengan memasukkan dua pemain baru. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, petaka justru menghampiri tuan rumah pada menit ke-54. 

Maximo Perrone melakukan pelanggaran terhadap Rolando Mandragora di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih, dan Moise Kean yang maju sebagai algojo sukses menggandakan keunggulan Fiorentina menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, Como terus mengurung pertahanan lawan. Upaya dari Jesus Rodriguez, Martin Baturina, hingga peluang emas Jacobo Ramon belum mampu memecah kebuntuan. 

Tensi pertandingan mulai memanas pada menit ke-69 saat Rodriguez terjatuh di kotak penalti. Wasit yang bergeming memicu keributan di pinggir lapangan, yang mengakibatkan pelatih Fiorentina, Paolo Vanoli, diganjar kartu merah.

Harapan bagi Como sempat muncul pada menit ke-77. Berawal dari umpan silang Rodriguez, bek Fiorentina Fabiano Parisi secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawangnya sendiri. Skor berubah menjadi 1-2.

Drama mencapai puncaknya di penghujung laga. Pada menit ke-86, Como kembali menuntut penalti setelah dugaan handball oleh Mandragora, namun kembali diabaikan wasit. 

Keributan besar pecah di lapangan. Seorang staf Como diusir dari bangku cadangan, dan penyerang andalan Como, Alvaro Morata, harus menerima dua kartu kuning dalam tempo tiga menit akibat perselisihan dengan Mandragora dan Marin Pongracic.

Hingga laga usai, skor 1-2 tetap bertahan. Hasil ini membuat Como 1907 tertahan di peringkat keenam dengan 41 poin, gagal memangkas jarak lima angka dari AS Roma di posisi kelima. 

Sementara bagi Fiorentina, tambahan tiga poin ini sangat krusial untuk membawa mereka keluar dari zona degradasi dan naik ke urutan ke-17 dengan koleksi 21 poin. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya