Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Arsenal vs Manchester United: Mikel Arteta Tantang Mentalitas Juara The Gunners 

Thalatie K Yani
26/1/2026 04:02
Arsenal vs Manchester United: Mikel Arteta Tantang Mentalitas Juara The Gunners 
Kekalahan perdana di kandang musim ini membuat keunggulan Arsenal di puncak klasemen terkikis. Mikel Arteta tuntut reaksi cepat skuatnya demi menjaga asa gelar.(Arsenal)

MANAJER Arsenal, Mikel Arteta, melontarkan tantangan terbuka kepada anak asuhnya untuk menunjukkan karakter kuat setelah menelan kekalahan dramatis 3-2 dari Manchester United pada Minggu malam. Hasil di Emirates Stadium ini secara mengejutkan kembali menghidupkan persaingan gelar juara Premier League yang sempat merenggang.

Seandainya menang, The Gunners bisa saja unggul tujuh poin di puncak klasemen. Namun, kegagalan mengamankan poin di rumah sendiri membuat margin mereka kini hanya tersisa empat angka dari Manchester City dan Aston Villa yang terus menempel ketat.

Drama Lima Gol yang Menyesakkan

Laga sejatinya dimulai dengan manis bagi tuan rumah saat gol bunuh diri Lisandro Martinez membawa mereka unggul lebih dulu. Namun, petaka dimulai ketika Bryan Mbeumo menyamakan kedudukan di akhir babak pertama.

Pasca-jeda, Patrick Dorgu membawa United berbalik unggul lewat sepakan jarak jauh yang indah. Harapan sempat membuncah saat Mikel Merino berhasil mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir memanfaatkan kesalahan kiper United. Namun, hanya berselang beberapa menit, Matheus Cunha membungkam publik Emirates melalui tendangan spektakuler dari jarak 25 yard yang memastikan kemenangan tim tamu.

Kehilangan Kendali dan Dominasi

Mikel Arteta tidak menutupi kekecewaannya atas performa tim yang dianggapnya menurun setelah setengah jam laga berjalan.

"Margin pertandingannya sangat kecil dan kami membuatnya semakin kecil. Sekarang kami harus bereaksi dan melihat seperti apa mentalitas yang kami miliki," ujar Arteta. "Hari ini kami tidak berada di level kami dan kami membayarnya. Kami memberikan kemenangan itu begitu saja."

Arteta menambahkan kontrol permainan yang sempat mereka pegang di 30 menit awal sirna akibat kesalahan-kesalahan elementer.

"Kami memberikan mereka gol yang tidak biasa dan menyakitkan, lalu mereka mendapatkan dua momen brilian dengan gol-gol luar biasa. Di 30 menit pertama kami memegang kendali penuh, mencetak gol, tetapi setelah itu kami berkali-kali kehilangan bola di area penting. Kami mulai kehilangan kontrol dan dominasi, lalu pertandingan menjadi kacau."

Ujian Nyata Perburuan Gelar

Kekalahan ini menghentikan catatan impresif Arsenal yang tak terkalahkan dalam 12 laga sebelumnya. Ini juga menjadi kekalahan kandang pertama mereka dalam 18 pertandingan di semua kompetisi.

Bagi para pendukung, hasil ini memicu kecemasan lama, mengingat Arsenal belum pernah lagi menjuarai liga selama 22 tahun terakhir. Namun, Arteta tetap membela skuatnya dan meminta para pemain untuk tetap bersatu.

"Para pemain telah memberi kami begitu banyak kegembiraan dan performa hebat, mereka layak diingatkan betapa bagusnya mereka," kata sang manajer. "Kita harus belajar dari hal ini. Kekalahan adalah bagian dari kemenangan. Saat Anda seri atau kalah, itulah saatnya Anda harus menunjukkan kebersamaan dan persatuan."

Kini, ujian sesungguhnya bagi Arsenal adalah membuktikan bahwa mereka tidak akan kembali goyah di puncak klasemen seperti musim-musim sebelumnya. (Flash Score/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya