Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Brighton vs Arsenal : Meski Dikritik Main Pragmatis, Arsenal tetap Kokoh di Puncak Klasemen Liga Inggris

Dhika Kusuma Winata
05/3/2026 19:06
Brighton vs Arsenal : Meski Dikritik Main Pragmatis, Arsenal tetap Kokoh di Puncak Klasemen Liga Inggris
Pelatih Arsenal Mikel Arteta(instagram/@mikelarteta)

PELATIH Arsenal, Mikel Arteta, merespons kritik pelatih Brighton & Hove Albion, Fabian Hurzeler, seusai kemenangan tipis 1-0 saat Brighton vs Arsenal di Amex Stadium, Rabu (5/3). Hurzeler menilai Arsenal memainkan sepak bola pragmatis, tidak enak dintonton. Meski demikian The Gunners tetap di puncak klasemen Liga Inggris.

Hurzeler menjadi salah satu pelatih yang melontarkan kritik kepada lawannya itu. Ia menuding Arsenal kerap membuang waktu, termasuk saat situasi bola mati, serta mempersoalkan kiper David Raya yang beberapa kali terjatuh dan mendapat perawatan di lapangan.

“Saya pikir hanya ada satu tim yang benar-benar mencoba bermain sepak bola hari ini. Pernahkah Anda melihat dalam laga Liga Primer seorang kiper terjatuh sebanyak itu? Tidak, bukan?” kata Hurzeler.

“Mereka (Arsenal) membuat aturan mereka sendiri. Saat ini saya merasa mereka menjalankan aturan versi mereka sendiri. Saya tidak akan pernah menjadi manajer yang mencoba menang dengan cara seperti itu," tambahnya.

Gol Bukayo Saka pada awal babak pertama, yang sempat berubah arah setelah mengenai pemain lawan, memastikan kemenangan ketiga beruntun Arsenal. Tambahan tiga poin itu membuat Arsenal unggul tujuh angka atas peringkat kedua Manchester City yang pada saat bersamaan ditahan imbang Nottingham Forest.

Arsenal kini berada di posisi terdepan untuk merebut gelar liga Inggris pertama sejak 2004, setelah tiga musim beruntun hanya finis sebagai runner up.

Di tengah konsistensi hasil, gaya bermain tim London Utara itu kerap disorot. Berbeda dengan era Invincibles besutan Arsene Wenger dua dekade lalu yang identik dengan permainan atraktif, Arsenal versi Arteta dinilai lebih pragmatis. 

Kekuatan bola mati dan disiplin lini belakang menjadi fondasi utama kesuksesan mereka musim ini. Arteta bergeming menghadapi tudingan tersebut. Ia justru menilai timnya pantas mendapat apresiasi karena kembali meraih kemenangan penting dalam tekanan persaingan gelar. Arteta tidak peduli terhadap pandangan pelatih lain terhadap dirinya.

“Saya mencintai para pemain saya. Itu yang paling utama. Saya mencintai para pemain saya dan saya mencintai cara kami berkompetisi," ujar Arteta.

“Ketika Anda berada di posisi seperti kami sekarang, tentu lawan ingin mengambil itu dari Anda. Itu hal yang wajar, itulah olahraga,” tegasnya.

Terlepas dari perdebatan soal gaya bermain, Arsenal tetap berada di jalur perburuan empat gelar musim ini. Selain memimpin klasemen Liga Inggris, mereka akan menghadapi Bayer Leverkusen di babak 16 besar Liga Champions, berjumpa Manchester City pada final Piala Liga, serta melawat ke markas Mansfield di putaran kelima Piala FA.

(AFP/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya