HANSI Flick tidak sekadar melatih; ia mengoleksi trofi. Pelatih asal Jerman ini telah mengukuhkan statusnya sebagai salah satu jenius taktik paling mematikan dalam sejarah sepak bola modern. Catatan terbarunya sungguh di luar nalar: Flick sukses memenangkan delapan trofi dari delapan laga final yang ia jalani sepanjang karier manajerialnya, termasuk rentetan kesuksesan instan sejak menukangi FC Barcelona.
Kedatangan Flick ke Camp Nou pada musim panas 2024 awalnya dipandang sebagai perjudian besar. Namun, dalam waktu singkat, ia berhasil mengubah mentalitas skuad Blaugrana yang sempat terpuruk menjadi mesin pemenang yang sangat efektif di partai puncak.
Era Emas di Bayern Munich: Fondasi Rekor Sempurna
Reputasi Flick sebagai spesialis laga final dimulai saat ia mengambil alih Bayern Muenchen pada 2019. Hanya dalam kurun waktu satu tahun, ia mempersembahkan sextuple (enam trofi dalam satu tahun kalender). Di Bayern, Flick menjalani lima laga final (DFB Pokal, Liga Champions, Piala Super UEFA, Piala Super Jerman, dan Piala Dunia Antarklub) dan menyapu bersih semuanya dengan kemenangan.
Transformasi Barcelona: Menularkan Mentalitas Juara
Di Barcelona, Flick membuktikan bahwa kesuksesannya bukan karena faktor keberuntungan satu klub semata. Ia membawa gaya main high-pressing yang agresif dan fisik yang tangguh ke La Liga. Keberhasilannya memenangkan final domestik seperti Supercopa de España dan Copa del Rey melawan rival abadi, Real Madrid, semakin mempertegas dominasinya.
Daftar 8 Final Hansi Flick (Rekor 100% Kemenangan)
| Tahun | Klub | Kompetisi | Lawan di Final | Skor |
|---|---|---|---|---|
| 2020 | Bayern Munich | DFB Pokal | Bayer Leverkusen | 4-2 |
| 2020 | Bayern Munich | Liga Champions | Paris Saint-Germain | 1-0 |
| 2020 | Bayern Munich | Piala Super UEFA | Sevilla | 2-1 |
| 2020 | Bayern Munich | DFL-Supercup | Borussia Dortmund | 3-2 |
| 2021 | Bayern Munich | Piala Dunia Antarklub | Tigres UANL | 1-0 |
| 2025 | Barcelona | Supercopa de Espana | Real Madrid | 5-2 |
| 2025 | Barcelona | Copa del Rey | Real Madrid | 3-2 |
| 2026 | Barcelona | Supercopa de Espana | Real Madrid | 3-2 |
Rahasia Taktik: Mengapa Flick tidak Terkalahkan di Final?
Kunci sukses Flick terletak pada pendekatannya yang tidak kenal kompromi. Ia menuntut intensitas tinggi selama 90 menit penuh. Di Barcelona, ia berhasil memaksimalkan potensi pemain muda seperti Lamine Yamal dan Fermin Lopez, sembari menjaga keseimbangan dengan pemain senior seperti Robert Lewandowski.
Kemampuan Flick dalam membaca jalannya pertandingan di babak kedua sering kali menjadi pembeda. Dalam delapan final tersebut, tim asuhannya selalu menunjukkan ketenangan mental meskipun berada di bawah tekanan tinggi, sebuah atribut yang kini sangat melekat pada skuad Barcelona-nya.
Dengan kontrak yang masih berjalan hingga 2027, publik sepak bola dunia menanti: Berapa lama lagi rekor 100% kemenangan di final ini akan bertahan di tangan Hansi Flick?
