Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Rapor dan Prestasi Ruben Amorim di Manchester United (2024–2026)

Media Indonesia
05/1/2026 17:43
Rapor dan Prestasi Ruben Amorim di Manchester United (2024–2026)
Ruben Amorim(Dok AFP)

PERJALANAN Ruben Amorim di kursi panas Old Trafford resmi mencapai titik kulminasinya pada awal Januari 2026. Datang dengan reputasi mentereng sebagai 'pelatih muda berbakat Eropa' yang sukses memutus puasa gelar Sporting CP, Amorim memikul beban berat untuk mengembalikan kejayaan Manchester United pasca-era Erik ten Hag. Namun, realita di Liga Inggris (Premier League) ternyata menyajikan tantangan yang jauh lebih kompleks daripada sekadar penerapan formasi tiga bek.

Bagi para penggemar sepak bola dan analis taktik, masa bakti Amorim selama kurang lebih 14 bulan (November 2024 – Januari 2026) menawarkan studi kasus menarik tentang adaptasi, filosofi taktik, dan tekanan media Inggris.

1. Penghargaan Individu & Momen Terbaik

Meski masa jabatannya diwarnai inkonsistensi, Ruben Amorim bukan tanpa capaian. Prestasi paling nyata yang tercatat dalam buku sejarah Manchester United adalah keberhasilannya meraih penghargaan bulanan bergengsi pada musim 2025/2026.

Premier League Manager of the Month (Oktober 2025)

Puncak performa Manchester United di bawah asuhan Amorim terjadi pada Oktober 2025. Setelah serangkaian hasil yang naik-turun, Setan Merah menunjukkan potensi terbaik dari sistem 3-4-3 andalan pelatih asal Portugal tersebut.

  • Sapu Bersih Kemenangan: United mencatatkan rekor 100% kemenangan di bulan tersebut, termasuk kemenangan krusial melawan tim-tim papan atas.
  • Kemenangan vs Liverpool: Salah satu highlight terbesar adalah kemenangan tandang 2-1 di Anfield pada 20 Oktober 2025, yang menjadi kemenangan tandang pertama United di markas rival abadi mereka sejak 2016.
  • Dampak Instan: Penghargaan ini sempat melambungkan harapan fans bahwa 'proses' Amorim akhirnya mulai membuahkan hasil, sebelum inkonsistensi kembali melanda di bulan-bulan berikutnya.

2. Statistik & Rapor Pertandingan (Win Rate)

Untuk menilai prestasi secara objektif, kita perlu melihat data statistik. Hingga Januari 2026, Amorim telah memimpin United dalam lebih dari 60 pertandingan di semua kompetisi. Berikut adalah gambaran umum rapor kinerjanya:

Kategori Statistik Estimasi Keterangan
Win Rate (Persentase Kemenangan) ~39% - 45% Angka ini tergolong rendah untuk standar klub "Big Six", mencerminkan kesulitan tim dalam menjaga konsistensi.
Posisi Klasemen Akhir Ke-6 (Januari 2026) Meninggalkan klub di posisi 6 klasemen sementara saat berpisah, sedikit lebih baik dari posisi musim sebelumnya (ke-15 di 2024/25).
Belanja Pemain €280 Juta+ Investasi besar untuk mendatangkan pemain yang cocok dengan skema 3-4-3, namun hasil di lapangan (ROI) dinilai belum maksimal.

3. Revolusi Taktik 3-4-3: Antara Inovasi dan Kebuntuan

Salah satu 'prestasi' non-trofi yang dibawa Amorim adalah keberaniannya mengubah DNA taktik United. Berbeda dengan pendahulunya yang sering terpaku pada 4-2-3-1, Amorim konsisten menerapkan sistem 3-4-2-1 atau 3-4-3.

Secara permainan, Amorim berhasil membuat United lebih dominan dalam penguasaan bola di area lawan (Time in Winning Positions meningkat signifikan dibanding era Ten Hag). Pemain seperti Rasmus Hojlund dan Bruno Fernandes sempat menunjukkan lonjakan performa dalam peran baru mereka. Namun, sistem ini sering kali terekspose saat transisi bertahan, menyebabkan United kebobolan banyak gol dari serangan balik cepat, sebuah kelemahan yang gagal diperbaiki hingga akhir masa jabatannya.

4. Rekor "Unwanted": Sisi Gelap Masa Jabatan

Dalam membicarakan prestasi, objektivitas menuntut kita juga melihat rekor negatif yang tercipta. Tahun 2025 disebut oleh beberapa media sebagai 'tahun suram' karena United mencatatkan lebih banyak kekalahan daripada kemenangan dalam satu tahun kalender.

  • Kekalahan Beruntun di Old Trafford: Amorim sempat menyamai rekor kekalahan kandang beruntun yang tidak pernah terjadi sejak 1979.
  • Pertahanan Rapuh: United mencatat rekor baru dengan kebobolan dalam 15 laga tandang berturut-turut, menyoroti kerapuhan sistem high-line defense yang diterapkannya.
  • Exit Dini di Kompetisi Domestik: Kegagalan di Carabao Cup (kalah adu penalti dari Grimsby Town pada Agustus 2025) menjadi noda hitam yang sulit dihapus dari CV Amorim di Inggris.

Pondasi atau Kegagalan?

Menilai prestasi Ruben Amorim di Manchester United adalah tentang melihat dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia gagal mempersembahkan trofi mayor (Premier League/UCL) dan pergi dengan statistik kemenangan yang kurang impresif. Namun, di sisi lain, ia berani melakukan perombakan fundamental pada gaya main United dan memberikan momen magis seperti kemenangan di Anfield serta penghargaan Manager of the Month.

Bagi fans United, era Amorim mungkin akan dikenang sebagai masa transisi yang penuh turbulensi, sebuah eksperimen taktik yang menjanjikan di atas kertas, namun tersandung kerasnya realita kompetisi Liga Inggris.

📌 Checklist: Rangkuman Era Ruben Amorim (2024-2026)

  • Trofi: Tidak ada trofi Mayor (Hanya penghargaan individu Manager of the Month Okt 2025).
  • Gaya Main: Formasi 3-4-3 High Pressing.
  • Momen Terbaik: Menang 2-1 vs Liverpool di Anfield.
  • Transfer Kunci: Total belanja >€280 Juta (Fokus pada Wing-back & CB).
  • Status Terakhir: Berpisah pada 5 Januari 2026 (Posisi 6 Klasemen).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya