Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

14 Bulan Era Ruben Amorim di Manchester United, dari Harapan Berakhir Pahit

Dhika Kusuma Winata
06/1/2026 11:52
14 Bulan Era Ruben Amorim di Manchester United, dari Harapan Berakhir Pahit
Ilustrasi(manutd.com)

RUBEN Amorim datang ke Manchester United dengan reputasi mentereng sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa. Namun, hanya dalam tempo 14 bulan, pelatih asal Portugal itu justru menjadi nama terbaru yang gagal mengangkat kembali kejayaan klub raksasa Inggris tersebut.

MU memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Amorim pada Senin (5/1) setelah hanya mampu mencatatkan 25 kemenangan dari 63 pertandingan di semua kompetisi.

Hasil tersebut membuat Setan Merah kembali memasuki fase pencarian pelatih permanen ketujuh sejak era kepemimpinan Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013. Sejumlah faktor dinilai menjadi penyebab merosotnya perjalanan Amorim di Old Trafford.

Skema yang Tidak Efektif

Kesuksesan Amorim bersama Sporting Lisbon, termasuk dua gelar Liga Portugal, tidak lepas dari penerapan formasi andalannya 3-4-3. Namun, pendekatan serupa justru menimbulkan persoalan di MU.

Komposisi pemain Setan Merah tidak sepenuhnya mendukung sistem tersebut namun Amorim tetap mempertahankannya. Dia bahkan sempat menyatakan tidak akan mengubah pendekatan tersebut dalam kondisi apa pun.

Fleksibilitas baru terlihat menjelang akhir masa jabatannya ketika keterbatasan pemain akibat cedera dan Piala Afrika memaksanya beralih ke skema empat bek.

Namun, perubahan itu tidak bertahan lama. Amorim kembali menggunakan formasi tiga bek dalam dua laga terakhir yang berakhir imbang melawan Wolves dan Leeds. Hasil tersebut membuat United tertahan di peringkat keenam klasemen, tertinggal tiga poin dari zona Liga Champions.

Gesekan di Bursa Transfer

Ketegangan antara Amorim dan jajaran petinggi klub mulai mencuat ke publik dalam konferensi pers usai laga di Elland Road. Amorim menegaskan dirinya ditunjuk sebagai manajer, bukan sekadar pelatih 

Pernyataan itu mengindikasikan perbedaan pandangan dengan direktur olahraga Jason Wilcox, terutama terkait kebijakan transfer.

Meski gagal tampil di kompetisi Eropa musim ini, klub tetap mengucurkan dana lebih dari 200 juta poundsterling untuk mendatangkan sejumlah pemain baru, termasuk Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko. Namun, investasi besar tersebut tidak serta-merta berbuah peningkatan performa.

Rekor Buruk di Liga

Catatan Amorim di kompetisi domestik menjadi salah satu noda terbesar dalam sejarah modern MU. Saat Amorim mengambil alih kursi pelatih pada November 2024, United masih berada dekat papan atas.

Namun, musim itu berakhir dengan posisi ke-15 sebagai pencapaian terburuk klub di liga utama sejak terdegradasi pada 1974.

Amorim sempat mengalihkan fokus ke Liga Europa demi mengamankan tiket Liga Champions. Akan tetapi, kekalahan 0-1 dari Tottenham Hotspur di final memupus harapan tersebut dan membuat United absen dari kompetisi Eropa untuk kedua kalinya dalam 35 tahun terakhir.

Amorim sempat menjanjikan masa depan cerah bagi klub. Namun, awal musim berikutnya justru diwarnai kekecewaan setelah United tersingkir secara memalukan dari Piala Liga oleh klub divisi empat, Grimsby.

Minim Ruang Pemain Akademi

Kritik lain yang membayangi Amorim ialah minimnya kesempatan bagi pemain lulusan akademi. Meski tradisi menyertakan pemain binaan sendiri dalam skuad pertandingan tetap terjaga, sejumlah talenta muda dinilai terpinggirkan.

Nama Kobbie Mainoo menjadi sorotan. Setelah tampil impresif bersama timnas Inggris di Euro 2024, gelandang muda itu justru belum sekalipun menjadi starter di Liga Primer musim ini.

Amorim membela keputusannya. Dia tak mau adanya rasa terlalu berhak untuk tampil di kalangan pemain muda. Beberapa pemain akademi pun melontarkan kritik kepada Amorim di media sosial. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik