Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Legenda MU Terkejut Amorim Didepak Begitu Cepat

Dhika Kusuma Winata
06/1/2026 11:42
Legenda MU Terkejut Amorim Didepak Begitu Cepat
Gary Neville.(Dok Istimewa)

KEPERGIAN Ruben Amorim dari Manchester United secara mendadak mengejutkan banyak pihak. Mantan kapten Setan Merah, Gary Neville, mengaku terperangah dengan cepatnya keputusan klub mengakhiri masa kerja pelatih asal Portugal tersebut yang baru bertahan 14 bulan di Old Trafford.

Amorim resmi diberhentikan pada Senin (5/1) sehari setelah Manchester United bermain imbang 1-1 melawan Leeds United.

Hasil itu datang tak lama setelah United juga gagal menang di kandang sendiri saat ditahan klub juru kunci, Wolverhampton Wanderers, dengan skor serupa. Rangkaian hasil tersebut membuat United tertahan di posisi keenam klasemen sementara Liga Primer.

Secara statistik, Amorim meninggalkan klub dengan catatan yang kurang meyakinkan. Pelatih berusia 40 tahun itu mencatat persentase kemenangan terendah, yakni 31,9 %, dibandingkan enam manajer lain yang pernah menangani United sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013 sebagai tahun terakhir klub menjuarai Liga Primer.

Pemecatan Amorim tak lepas dari ketegangan dengan jajaran petinggi klub, termasuk Direktur Sepak Bola Jason Wilcox. Situasi semakin memanas setelah Amorim melontarkan sejumlah pernyataan tajam seusai laga kontra Leeds.

Neville menilai pemecatan tersebut mencerminkan kegagalan kolektif. Dia mengaku tidak heran Amorim akhirnya dipecat namun terkejut pemutusan kontraknya begitu cepat.

“Ketika seorang manajer dipecat, itu gambaran buruk bagi semua pihak. Artinya, semuanya tidak berjalan. Pada akhirnya semua dirugikan, apalagi jika pemecatan terjadi di tengah musim. Sangat sulit menemukan pengganti yang benar-benar tepat,” ujar Neville kepada Sky Sports.

“Saya kaget itu terjadi pagi ini. Bukan kaget karena dia dipecat, tetapi saya tidak menyangka akan secepat ini. Saya pikir mereka akan bertahan beberapa pekan lagi untuk mencari solusi,” kata Neville.

Menurutnya, performa United dalam sebulan terakhir menjadi faktor penentu. Neville menilai penampilan MU benar-benar mengejutkan karena sangat buruk.

Pendapat senada disampaikan mantan gelandang MU, Paul Scholes. Dia menilai Amorim justru mempercepat kejatuhannya sendiri dengan pernyataan-pernyataan yang menantang hierarki klub.

Scholes juga menyarankan United mengincar pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, sebagai pengganti permanen usai Piala Dunia tahun ini.

“Menurut saya, Tuchel adalah salah satu pelatih terbaik yang ada saat ini,” ujar Scholes dalam The Good, The Bad and The Football Podcast.

“Dia menjadi target utama bagi saya. Kontraknya bersama Inggris hanya sampai musim panas,” imbuhnya.

Scholes mengakui Tuchel bukan sosok yang mudah tetapi sudah membuktikan diri di klub-klub besar.

Sementara itu, mantan penyerang timnas Inggris Gary Lineker menilai Amorim memang bukan figur yang tepat untuk menangani MU saat ini. Pasalnya, klub berada dalam kondisi yang kacau.

“Para pemain tidak cocok dengan gaya bermainnya dan klub seharusnya menyadari itu sejak awal,” ujar Lineker dalam podcast The Rest Is Football.

“Manchester United sudah seperti klub yang berantakan dalam beberapa tahun terakhir," imbuhnya.

Kepergian Amorim kembali menegaskan periode transisi panjang Manchester United yang masih berjuang menemukan stabilitas, lebih dari satu dekade setelah era keemasan Sir Alex Ferguson berakhir.

Di tengah berbagai kritik, sejumlah pemain tetap memberikan penghormatan. Bek United, Harry Maguire, menyampaikan pesan perpisahan melalui media sosial.

“Terima kasih atas segalanya, bos. Saya mendoakan yang terbaik untuk masa depan Anda,” kata Maguire.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik