Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Terungkap, Ini Penyebab Pemecatan Ruben Amorim

Dhika Kusuma Winata
06/1/2026 11:36
Terungkap, Ini Penyebab Pemecatan Ruben Amorim
Ilustrasi(manutd.com)

KEBERSAMAAN Ruben Amorim dengan Manchester United resmi berakhir pada Senin waktu setempat. Klub raksasa Liga Inggris itu memutus kontrak pelatih asal Portugal tersebut setelah masa kerja 14 bulan yang diwarnai inkonsistensi performa dan memburuknya hubungan internal.

Keputusan tersebut diambil lantaran meningkatnya ketegangan antara Amorim dan jajaran petinggi klub dalam beberapa hari terakhir, termasuk dengan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox. Situasi itu mempercepat langkah manajemen untuk melakukan perubahan di kursi pelatih.

Manajemen klub menegaskan keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan matang.

“Pimpinan klub dengan berat hati menilai bahwa inilah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan demi memberikan peluang terbaik bagi tim meraih posisi tertinggi di Liga Primer,” kata pernyataan resmi klub.

Amorim sebelumnya mengisyaratkan rasa frustrasi mendalam, terutama terkait minimnya dukungan dalam bursa transfer. Seusai laga kontra Leeds, dia melontarkan pernyataan keras dengan menegaskan posisinya sebagai manajer bukan sekadar pelatih.

Amorim secara terbuka meminta tim pencari bakat dan Wilcox untuk menjalankan tugas mereka. Ia juga berulang kali menyiratkan kemungkinan hengkang saat kontraknya berakhir dalam 18 bulan ke depan.

Laporan terbaru menyebut alasan utama pemecatan Amorim ialah minimnya kemajuan Setan Merah di lapangan. Selama menangani United, Amorim hanya memenangi 25 dari 63 pertandingan di semua kompetisi.

Catatan tersebut menjadikannya salah satu pelatih dengan rekor terburuk di era Liga Primer bagi United. Ia mencatat rasio kemenangan terendah, jumlah kebobolan per laga tertinggi, serta persentase nirbobol paling kecil dibandingkan manajer United lainnya di kompetisi tersebut.

Amorim direkrut pada November 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag. Dia datang dengan reputasinya sebagai salah satu pelatih muda terbaik Eropa setelah sukses mempersembahkan dua gelar liga bersama Sporting Lisbon.

Namun, ia gagal menghentikan kemerosotan performa United. Klub sempat terpuruk di posisi ke-15 klasemen, yang menjadi salah satu capaian terburuk dalam lebih dari setengah abad. Pada satu kesempatan, Amorim bahkan menyebut timnya sebagai mungkin yang terburuk dalam sejarah klub.

Kesempatan menutup musim 2024/2025 dengan prestasi juga sirna setelah United kalah dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa. Kekalahan itu membuat Setan Merah absen dari kompetisi Eropa musim ini.

Manajemen sebenarnya memberikan dukungan finansial dengan menggelontorkan lebih dari 200 juta poundsterling untuk mendatangkan pemain baru seperti Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko, dan Matheus Cunha. 

Namun hasil di lapangan tak kunjung membaik. United baru meraih delapan kemenangan dari 20 laga liga dan tertinggal jauh dari pemuncak klasemen Arsenal.

Cedera pemain serta absennya sejumlah pilar akibat Piala Afrika memang menjadi kendala. Namun Amorim juga menuai kritik karena dinilai terlalu kaku mempertahankan formasi 3-4-3 yang tidak sepenuhnya sesuai dengan karakter skuad.

Untuk sementara, tim akan ditangani pelatih tim U-18 Darren Fletcher pada laga melawan Burnley tengah pekan ini. Sejumlah laporan menyebut United juga tengah menyiapkan pelatih interim hingga akhir musim.

Kepergian Amorim membuat MU juga kembali memasuki fase pencarian pelatih permanen ketujuh sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013. Sejumlah nama mulai dikaitkan, termasuk Enzo Maresca, Oliver Glasner, dan Gareth Southgate.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik