Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Manchester United Kecewa dengan Timnas Maroko Terkait Pemanggilan Noussair Mazraoui

Basuki Eka Purnama
17/12/2025 17:01
Manchester United Kecewa dengan Timnas Maroko Terkait Pemanggilan Noussair Mazraoui
Bek Manchester United Noussair Mazraoui(AFP/OLI SCARFF )

KETEGANGAN menyelimuti hubungan antara Manchester United dan Federasi Sepak Bola Maroko. Pihak klub dilaporkan berang setelah permintaan mereka agar Noussair Mazraoui tetap diizinkan bermain dalam laga Liga Primer Inggris kontra Bournemouth, Selasa (16/12) dini hari WIB, ditolak mentah-mentah oleh pihak federasi.

Padahal, pertandingan yang berakhir imbang 4-4 tersebut berlangsung hanya enam hari sebelum laga pembuka timnas Maroko di Piala Afrika. Kekecewaan Manchester United semakin mendalam karena mereka merasa diperlakukan tidak adil dibandingkan klub lain atau bahkan pemain mereka sendiri dari negara berbeda.

Dualisme Kebijakan Federasi

Manajer Manchester United Ruben Amorim, sebelumnya, mengungkapkan bahwa negosiasi terus dilakukan dengan berbagai badan nasional untuk menunda keberangkatan tiga pilar mereka: Noussair Mazraoui (Maroko), Bryan Mbeumo (Kamerun), dan Amad Diallo (Pantai Gading).

Berdasarkan pengumuman FIFA pada 3 Desember, klub sebenarnya hanya diwajibkan melepas pemain mulai 15 Desember. Ketentuan ini jauh lebih longgar dibanding aturan sebelumnya yang mengharuskan pemain dilepas 14 hari sebelum turnamen dimulai. 

Namun, saat Kamerun dan Pantai Gading bersikap kooperatif dan mengizinkan Mbeumo serta Amad tampil, Maroko justru mengambil sikap berseberangan.

Manchester United merasa frustrasi karena Mazraoui telah berlatih sepanjang minggu dengan asumsi ia akan terlibat dalam pertandingan. 

Sumber internal klub menyebutkan bahwa Setan Merah merasa telah diperlakukan secara tidak adil. Sementara federasi lain bersikap simpatik dan kolaboratif, Maroko dianggap lebih memprioritaskan sesi latihan timnas daripada pertandingan liga yang krusial bagi klub.

Intervensi FIFA yang Tak Membuahkan Hasil

Manchester United sempat mengadukan masalah ini kepada FIFA sebagai badan tertinggi sepak bola dunia. Namun, FIFA memilih untuk tidak memaksa Maroko mundur dari pendiriannya. Dalam pernyataannya, FIFA mengimbau agar federasi dan klub melakukan diskusi bilateral dengan itikad baik.

FIFA menambahkan, "Dalam kasus di mana perselisihan mengenai pelepasan pemain terus berlanjut setelah diskusi bilateral tersebut, FIFA, dalam memediasi kedua belah pihak, akan menerapkan pedoman yang mempertimbangkan keadaan setiap kasus, termasuk faktor-faktor yang berkaitan dengan waktu pertandingan kompetisi yang terdampak, tahap kompetisi tersebut, keterlibatan historis dan rencana pemain dalam pertandingan yang bersangkutan, serta faktor relevan lainnya."

Nyatanya, mediasi tersebut tetap mengharuskan Mazraoui absen. Masalah serupa kabarnya juga dialami oleh klub Serie A, AS Roma, dan klub La Liga, Real Betis, dalam urusan mereka dengan federasi Maroko.

Dampak Bagi Manchester United

Absennya Mazraoui menjadi pukulan telak bagi lini pertahanan Manchester United yang sedang krisis akibat cederanya Harry Maguire dan Matthijs de Ligt. 

Akibatnya, Amorim terpaksa menurunkan duet bek muda, Leny Yoro, 20, dan Ayden Heaven, 19. Hasil imbang 4-4 membuat Setan Merah gagal merangkak ke posisi lima besar klasemen Premier League.

Kini, Manchester United harus bersiap menghadapi Aston Villa pada Minggu (21/12) tanpa ketiga pemain tersebut (Mazraoui, Mbeumo, dan Amad) yang sudah resmi bergabung dengan timnas masing-masing untuk turnamen yang akan berlangsung hingga 18 Januari mendatang. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik