Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Inggris vs Albania, England Sempurna di Kualifikasi Piala Dunia, Kane Borong Gol

Thalatie K Yani
17/11/2025 04:45
Inggris vs Albania, England Sempurna di Kualifikasi Piala Dunia, Kane Borong Gol
Timnas Inggris menutup kualifikasi Piala Dunia dengan delapan kemenangan tanpa kebobolan, rekor baru di Eropa. (Media Sosial X)

THOMAS Tuchel menutup perjalanan kualifikasi Piala Dunia dengan catatan yang melingkar indah. Ia memulai debutnya sebagai pelatih Inggris dengan kemenangan atas Albania, dan menutup fase ini dengan kemenangan serupa di Tirana. 

Namun yang lebih mencolok adalah rekor Inggris. Sebanyak delapan kemenangan dari delapan laga, delapan clean sheet. Hasil itu menjadi tim Eropa pertama yang lolos kualifikasi tanpa sekali pun kebobolan setelah memainkan minimal enam pertandingan.

Pertandingan berjalan ketat hingga satu jam pertama, tetapi Inggris menunjukkan ketenangan dan efektivitas. Kekuatan pemain pengganti kembali menjadi pembeda, termasuk eksekusi bola mati yang menghasilkan gol pembuka. Harry Kane, sekali lagi, menjadi pusat cerita.

Masuknya Bukayo Saka mengubah ritme. Untuk pertama kalinya di kampanye ini ia mengambil tendangan sudut, yang kemudian membentur pemain Albania, Naser Aliji, sebelum diselesaikan Kane dari jarak dekat. Gol tersebut memecah ketahanan Albania, dan Kane menggandakan keunggulan lewat sundulan setelah umpan silang Marcus Rashford. 

Tambahan dua gol itu membuat koleksi Kane musim ini menjadi 28 gol dalam 22 pertandingan untuk klub dan negara. Sekaligus membawa total gol internasionalnya menjadi 78, satu lebih banyak dari torehan Pelé.

Ada momen panas ketika Tuchel menarik Jude Bellingham. Meski bermain dalam beberapa momentum positif, Bellingham tampak kesal ketika nomornya ditunjukkan. Namun secara keseluruhan, program musim gugur Tuchel menunjukkan progres signifikan, identitas permainan mulai terbentuk, struktur posisi jelas, dan tidak ada lagi eksperimen pemain di posisi asing.

Albania terbukti menjadi lawan sulit selama kualifikasi, hanya kebobolan tiga kali sebelum laga ini. Pelatih Sylvinho menumpuk lini tengah dengan formasi 4-5-1 dan mengandalkan serangan balik. Inggris mendominasi bola sejak awal, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih karena rapatnya pertahanan tuan rumah.

Peluang terbaik Inggris pada babak pertama lahir dari kerja sama Kane dan Bellingham yang mengalirkan bola kepada Jarrod Bowen. Namun tembakannya masih bisa ditepis Thomas Strakosha.

Babak kedua berjalan lebih hidup. Albania menekan lewat Arber Hoxha yang dua kali mengancam gawang Dean Henderson. Inggris kemudian membalas melalui peluang Eberechi Eze dan Bellingham sebelum Tuchel memasukkan Saka dan Phil Foden, mengubah formasi menjadi 4-1-4-1. Pergantian tersebut langsung memberikan dampak.

Ketegangan meningkat ketika Henderson keluar kotak penalti dan membuat Qazim Laci terjatuh, memicu protes penonton. Namun Inggris tetap fokus dan meningkatkan intensitas. Saka yang aktif di sisi kanan hampir menambah keunggulan, dan kerja sama lini depan menutup pertandingan dengan kontrol penuh hingga peluit akhir.

Dengan catatan sempurna dan pertahanan tanpa cela, Inggris memasuki putaran final dengan modal kepercayaan diri tinggi. Kane yang tetap jadi tokoh utama di setiap langkah penting mereka. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik