Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
THOMAS Tuchel menutup perjalanan kualifikasi Piala Dunia dengan catatan yang melingkar indah. Ia memulai debutnya sebagai pelatih Inggris dengan kemenangan atas Albania, dan menutup fase ini dengan kemenangan serupa di Tirana.
Namun yang lebih mencolok adalah rekor Inggris. Sebanyak delapan kemenangan dari delapan laga, delapan clean sheet. Hasil itu menjadi tim Eropa pertama yang lolos kualifikasi tanpa sekali pun kebobolan setelah memainkan minimal enam pertandingan.
Pertandingan berjalan ketat hingga satu jam pertama, tetapi Inggris menunjukkan ketenangan dan efektivitas. Kekuatan pemain pengganti kembali menjadi pembeda, termasuk eksekusi bola mati yang menghasilkan gol pembuka. Harry Kane, sekali lagi, menjadi pusat cerita.
Masuknya Bukayo Saka mengubah ritme. Untuk pertama kalinya di kampanye ini ia mengambil tendangan sudut, yang kemudian membentur pemain Albania, Naser Aliji, sebelum diselesaikan Kane dari jarak dekat. Gol tersebut memecah ketahanan Albania, dan Kane menggandakan keunggulan lewat sundulan setelah umpan silang Marcus Rashford.
Tambahan dua gol itu membuat koleksi Kane musim ini menjadi 28 gol dalam 22 pertandingan untuk klub dan negara. Sekaligus membawa total gol internasionalnya menjadi 78, satu lebih banyak dari torehan Pelé.
Ada momen panas ketika Tuchel menarik Jude Bellingham. Meski bermain dalam beberapa momentum positif, Bellingham tampak kesal ketika nomornya ditunjukkan. Namun secara keseluruhan, program musim gugur Tuchel menunjukkan progres signifikan, identitas permainan mulai terbentuk, struktur posisi jelas, dan tidak ada lagi eksperimen pemain di posisi asing.
Albania terbukti menjadi lawan sulit selama kualifikasi, hanya kebobolan tiga kali sebelum laga ini. Pelatih Sylvinho menumpuk lini tengah dengan formasi 4-5-1 dan mengandalkan serangan balik. Inggris mendominasi bola sejak awal, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih karena rapatnya pertahanan tuan rumah.
Peluang terbaik Inggris pada babak pertama lahir dari kerja sama Kane dan Bellingham yang mengalirkan bola kepada Jarrod Bowen. Namun tembakannya masih bisa ditepis Thomas Strakosha.
Babak kedua berjalan lebih hidup. Albania menekan lewat Arber Hoxha yang dua kali mengancam gawang Dean Henderson. Inggris kemudian membalas melalui peluang Eberechi Eze dan Bellingham sebelum Tuchel memasukkan Saka dan Phil Foden, mengubah formasi menjadi 4-1-4-1. Pergantian tersebut langsung memberikan dampak.
Ketegangan meningkat ketika Henderson keluar kotak penalti dan membuat Qazim Laci terjatuh, memicu protes penonton. Namun Inggris tetap fokus dan meningkatkan intensitas. Saka yang aktif di sisi kanan hampir menambah keunggulan, dan kerja sama lini depan menutup pertandingan dengan kontrol penuh hingga peluit akhir.
Dengan catatan sempurna dan pertahanan tanpa cela, Inggris memasuki putaran final dengan modal kepercayaan diri tinggi. Kane yang tetap jadi tokoh utama di setiap langkah penting mereka. (BBC/Z-2)
HARRY Kane menandai laga pertamanya sebagai kapten Bayern Muenchen dengan kemenangan telak.
Harry Kane tampil sebagai penyelamat Bayern Muenchen setelah eksekusi penaltinya di menit-menit akhir memaksa hasil imbang 2-2 atas tim juru kunci klasemen Bundesliga Mainz.
Pertandingan VfB vs Bayern pada pekan ke-13 Liga Jerman 2025/26 berakhir dengan dominasi penuh Bayern Muenchen, dengan skor telak 5-0 di MHPArena, Sabtu (6/12).
Harry Kane tampil sebagai pembeda setelah masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak hattrick pada laga Stuttgart vs Bayern Muenchen.
Bayern Muenchen memperpanjang rekor tak terkalahkan di kompetisi domestik menjadi 25 laga setelah menang 3-2 atas Union Berlin.
Harry Kane mengatakan dia tidak ingin cepat-cepat ambil keputusan tentang masa depannya, terlebih lagi dia bahagia di klubnya saat ini.
Bagi Thomas Tuchel, kesuksesan di turnamen besar sangat bergantung pada atmosfer di dalam kamp latihan.
Paul Scholes menilai pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel memiliki kapasitas dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menangani klub sebesar Manchester United.
Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel menargetkan timnya keluar sebagai juara Grup L pada Piala Dunia 2026.
Ada tiga faktor utama yang membuat Inggris tampak kian berbahaya.
Inggris menutup kualifikasi Piala Dunia dengan menyapu bersih delapan laga delapan kemenangan.
Thomas Tuchel menegaskan pentingnya perilaku setelah Jude Bellingham menunjukkan kekecewaan saat ditarik keluar dalam kemenangan 2-0 Inggris atas Albania.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved