Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJER Manchester City Pep Guardiola memperkirakan Manchester United akan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka meskipun the Citizen menjadi favorit pemenang derbi Manchester di ajang Liga Primer Inggris, Minggu (3/3), untuk memperpanjang dominasi mereka atas rival sekota itu.
Manchester City memenangkan lima dari enam pertandingan terakhir melawan Manchester United di semua kompetisi dan unggul 15 poin dari lawannya itu di klasemen Liga Primer Inggris.
Namun, Guardiola, yang timnya sedang mengejar treble trofi kedua berturut-turut, menyatakan tidak akan menganggap enteng Manchester United.
Baca juga : Misi Berat Manchester City Pertahankan Gelar Musim Ini
"Saya memperkirakan United akan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka, tapi saya tidak membicarakan apa yang mereka lakukan, tentang lawan yang sangat saya hormati itu," kata Guardiola seperti dikutip AFP, Sabtu (2/3). "Saya tidak ingin orang keliru memahami kata-kata saya."
Dia melanjutkan, "Saya mengenal mereka dan amat menaruh respek kepada institusi ini, yakni United, Erik (ten Hag) dan pemain-pemainnya. Namun, manakala saya menaksir apa yang harus kami lakukan, para pemain saya akan mengetahuinya hari ini dan esok."
Guardiola mengatakan meski menghadapi musim yang mengecewakan, Manchester United tetap ancaman bagi Manchester City.
Baca juga : 5 Fakta Menarik Manchester City vs MU di Final Piala FA
"Dalam satu kesempatan mereka menciptakan hal istimewa dalam bola mati, dalam transisi, dalam permainan terbuka, koneksi antarpemain dan mereka mencetak gol," sambung dia.
"United selalu seperti itu. Ketika bermain bagus mereka memenangkan pertandingan, ketika baik-baik saja, mereka baik-baik saja, tanpa tekanan, mereka mampu memenangkan pertandingan."
"Kita sudah sampai pada Maret, 2024, mereka hanya kalah satu pertandingan, pekan lalu di kandang (melawan Fulham)," kata Guardiola lagi.
Baca juga : Guardiola Geram Dengan Putusan VAR Dalam Kemenangan Manchester United
Guardiola ditanya apakah dominasi yang bergeser antara kedua tim menunjukkan adanya pergeseran keseimbangan kekuatan di Manchester dalam sepuluh tahun terakhir.
"1980-an adalah era Liverpool, 90-an adalah era United dan sekarang kami sudah bertahun-tahun, memenangkan tujuh Liga Primer Inggris dalam satu dasawarsa terakhir, 11, 12 tahun," kata dia.
"Tetapi itu terjadi. Dalam 50 atau 60 tahun, tidak pernah ada satu pun klub di satu negara yang mendominasi dan mengendalikan segalanya. Mengendalikan segalanya sebisa yang kami bisa agar memperpanjang (dominasi itu) selama bertahun-tahun, itulah yang berusaha lakukan, khususnya konsistensi," tutup Guardiola. (Ant/Z-1)
Manchester City kian terpuruk dalam perburuan gelar juara Liga Primer Inggris setelah dipaksa menyerah 0-2 oleh Manchester United di Old Trafford, Sabtu (18/1).
Keputusan VAR tersebut sempat memicu protes keras dari Michael Carrick di pinggir lapangan.
Kunci kemenangan United terletak pada kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang. Gol Bryan Mbeumo pada menit ke-65 adalah hasil dari skema serangan balik klasik.
Babak pertama berjalan dengan tensi tinggi dan penuh kontroversi. Manchester United sebenarnya sempat merayakan gol melalui aksi Amad Diallo pada menit ke-34 dan Bruno Fernandes,
Preview Derby Manchester 2026: MU vs City. Simak rekor pertemuan dari era 'Tetangga Berisik' Ferguson hingga dominasi taktik Pep Guardiola.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan kritik pedas terhadap kinerja VAR meski timnya sukses membungkam Newcastle United 2-0 pada Rabu (14/1).
Debut Carrick di bangku pelatih Setan Merah langsung menghadirkan kesan positif. Pelatih interim hingga akhir musim itu berani merombak susunan pemain
Keputusan VAR tersebut sempat memicu protes keras dari Michael Carrick di pinggir lapangan.
Kunci kemenangan United terletak pada kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang. Gol Bryan Mbeumo pada menit ke-65 adalah hasil dari skema serangan balik klasik.
Babak pertama berjalan dengan tensi tinggi dan penuh kontroversi. Manchester United sebenarnya sempat merayakan gol melalui aksi Amad Diallo pada menit ke-34 dan Bruno Fernandes,
Manchester United tampil sangat berbahaya melalui skema serangan balik cepat. Baru menit ke-3, Harry Maguire nyaris membawa publik Old Trafford bergemuruh.
Ia mengaku belum ada pembicaraan apa pun mengenai masa depannya setelah musim ini berakhir. Derby Manchester ini akan digelar malam nanti pukul 19.30 Wib.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved