Kamis 23 September 2021, 11:45 WIB

UEFA Khawatir dengan Rencana Piala Dunia Setiap Dua Tahun

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
UEFA Khawatir dengan Rencana Piala Dunia Setiap Dua Tahun

AFP/FABRICE COFFRINI
Logo UEFA terlihat di pagar depan markas besar UEFA di Nyon.

 

UEFA, Rabu (22/9), menegaskan mereka masih memiliki kekhawatiran besar terhadap rencana FIFA untuk menggelar Piala Dunia setiap dua tahun, bukan emoat tahun seperti biasanya.

FIFA telah mengundang asosiasi sepak bola negara-negara dunia untuk menghadairi KTT daring pada 30 September untuk membahas rencana itu.

Namun, UEFA mengaku khawatir rencana itu hanya akan membuat perhelatan sepak bola dunia itu kehilangan arti dan akan mempengaruhi kesejahteraan para pemain serta kompetisi sepak bola putri.

Baca juga: Kalahkan AFC Wimbledon, Arsenal Semakin Pede di Liga Primer Inggris

UEFA juga mengecam cara FIFA memprpmosikan rencananya, yang secara mayoritas lewat media massa dan konferensi pers.

'UEFA sangat kecewa dengan metodologi yang digunakan FIFA, yang sejauh ini mengomunikasikan proyek reformasi radikal ini secara terbuka sebelum membahasnya dengan para stakeholder," ujar UEFA dalam sebuah pernyataanr resmi.

UEFA menambahkan menggelar Piala Dunia setiap dua tahun juga akan menghapus kesempatan bagi negara dengan timnas yang lemah. (AFP/OL-1)

Baca Juga

PSSI

Timnas U-23 Tekuk Nepal 2-0

👤Ant 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:32 WIB
Indonesia membuka skor pada menit ke-55 melalui Hanis...
AFP

Haaland Digoda Tuchel, Dortmund Berang

👤Widhoroso 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 21:43 WIB
BORUSSIA Dortmund dikabarkan berang dengan deklarasi Thomas Tuchel baru-baru ini bahwa ia tertarik mendatangkan Erling Haaland ke...
Antara

Persita Tangerang Tekuk Persikabo 2-1

👤Ant 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 20:57 WIB
Kedua gol kemenangan tim asuhan pelatih Widodo Cahyono Putro itu diciptakan Harrison Cardoso De...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya