Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
RASA lemas seringkali muncul saat kita menjalani ibadah puasa. Pasalnya harus menahan makan dan minum selama seharian penuh, tubuh tentu perlu penyesuaian agar tidak merasa lemas dan bisa tetap beraktivitas prima meskipun sedang menjalani ibadah puasa. Karenanya, dibutuhkan asupan gizi yang cukup dan pola makan yang tepat saat menjalani puasa.
Menurut pakar kesehatan masyarakat sekaligus dosen Fakultas Kedokteran IPB University Yusuf Ryadi asupan pola makan harus dijaga agar kondisi tubuh tetap bugar meski dalam kondisi berpuasa.
“Sejatinya, puasa tidak dilakukan untuk menghilangkan kewajiban lainnya. Jadi, jangan sampai dengan menjalankan puasa malah menjadi hambatan untuk melakukan kegiatan produktif sehari-hari hanya karena lemas saat berpuasa,” ungkapnya dilansir dari laman resmi IPB University, Minggu (17/3).
Baca juga : Ini Tips Agar Kulit Tetap Sehat dan Glowing Saat Puasa
Biar tidak lemas saat puasa, ia menyebutkan ada beberapa makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi selama bulan Ramadan. Pertama, nasi merah, roti gandum, oatmeal, kentang, ubi jalar.
Menurut Yusuf, makanan-makanan tersebut merupakan sumber karbohidrat kompleks yang dapat membuat tubuh mendapatkan energi dan rasa kenyang lebih lama dan terhindar dari rasa lemas.
“Konsumsi karbohidrat kompleks harus disesuaikan dengan kebutuhan harian. Jika berkaca pada teori isi piringku, kebutuhan karbohidrat umumnya sekitar 2/3 dari 1/2 piring setiap satu kali makan,” ucap dia.
Baca juga : Ramadan Momentum Meningkatkan Kepedulian Sosial
Kedua, daging ayam, ikan, telur, tempe, tahu. Menurut dia, sumber protein hewani dan nabati ini sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi selama puasa. Namun, jumlah protein yang dibutuhkan tentunya bervariasi bagi setiap individu sesuai dengan berbagai faktor, seperti berat badan, tingkat aktivitas, usia, dan lain-lain.
“Dengan mengonsumsi makanan tinggi protein minimal 1/3 dari isi piring saat sahur, kamu akan memiliki energi yang cukup untuk menjalani hari selama berpuasa,” beber Yusuf.
Ketiga, alpukat dan minyak zaitun. Sebagai sumber bahan makanan tinggi lemak baik, alpukat dan minyak zaitun cocok untuk dijadikan menu rutin saat berpuasa. Dengan porsi yang sesuai, lemak baik akan bisa membantu tubuh tetap berenergi seharian.
Baca juga : Perbedaan Awal Ramadan Harus Disikapi dengan Toleransi
“Contoh kecil bisa diterapkan pada buah alpukat. Buah alpukat dengan ukuran normal, bisa dibagi menjadi tiga kali sajian (saat sahur, berbuka dan malam hari) sebagai asupan pendukung saat berpuasa. Meski begitu, konsumsinya juga harus dibarengi dengan asupan gizi seimbang lainnya, ya,” jelasnya.
Keempat, sayuran dan buah-buahan. Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dengan kadar air tinggi seperti timun, lobak, semangka, dapat menjadi pilihan. Hal tersebut dikarenakan saat berpuasa, manusia membutuhkan asupan air yang cukup agar dapat kuat dalam menjalani ibadah puasa seharian.
Kelima, daging merah, hati ayam, bayam, kacang-kacangan?Makanan ini dapat dijadikan sebagai sumber zat besi yang baik untuk tubuh. Dengan mencukupi kebutuhan zat besi, tubuh akan terhindar dari anemia, kelelahan dan pusing. Apalagi, saat harus menjalankan ibadah puasa seharian penuh.
Selain 5 rekomendasi makanan yang baik dikonsumsi, Yusuf juga memberikan beberapa makanan yang mesti kamu hindari saat bulan Ramadan. Mulai dari makanan yang tinggi lemak, gula, garam dan kafein.
“Makanan-makanan tersebut sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko lemas dan berbagai masalah lainnya di tengah ibadah puasa,” jelas Yusuf. (Z-3)
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Kini tanaman hias tidak lagi sekadar menjadi pajangan, tanaman ini telah berkembang menjadi komoditas biofarmaka (tanaman obat) yang kaya manfaat bagi kesehatan dan industri kosmetik.
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar rutinitas.
Cuaca ekstrem yang memicu banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dipengaruhi anomali siklon tropis yang terbentuk sangat dekat dengan garis ekuator.
PT United Tractors Tbk (UT) peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui EnviroFest 2025. Ajang edukasi, aksi lingkungan, dan kolaborasi untuk pelestarian bumi.
Fokus HaqFest tahun ini terkait halal dan keamanan pangan untuk mendorong percepatan program MBG dalam mencapai target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved