Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis kulit Eddy Karta dari klinik C(E)K Kulit dan Kelamin membagikan cara merawat kulit agar tetap sehat dan glowing (bercahaya) saat berpuasa, antara lain hidrasi yang cukup.
Ketika berpuasa, jumlah asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh berkurang dari biasanya. Kurangnya asupan cairan selama puasa dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami dehidrasi dan mempengaruhi kondisi kulit.
Beberapa masalah kesehatan kulit yang berpotensi muncul saat berpuasa di antaranya kulit kering, kulit kusam, kulit tampak lelah akibat perubahan pada pola makan dan pola tidur, hingga kulit kasar dan bersisik karena banyak aktivitas fisik di luar ruangan selama berpuasa.
Baca juga : Tips Menjaga Kesehatan Kulit Selama Puasa
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merawat kulit agar tetap sehat dan bersinar saat berpuasa. Pertama, menjaga asupan cairan untuk kulit dengan rumus 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas saat malam, dan dua gelas saat sahur.
"Perbanyak makan buah saat berbuka puasa dan sahur, disarankan untuk memilih buah dengan kandungan air yang banyak seperti semangka, stroberi, atau tomat, yang tidak hanya memberikan nutrisi untuk kulit, namun juga dapat menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh," kata Eddy, dikutip Jumat (15/3).
Membersihkan wajah dengan bahan dan jenis pembersih yang sesuai dengan karakter kulit masing-masing ternyata sangat penting.
Baca juga : Saat Berpuasa, Anda Diingatkan Lebih Rajin Pakai Pelembab
Eddy menyebut, pemilik kulit berminyak wajib membersihkan wajah secara benar terutama setelah beraktivitas, salah satunya dengan menggunakan beberapa bahan kandungan salicylic acid, tea-tree oil, dan charcoal yang dapat mengurangi minyak berlebih.
Sementara, bagi pemilik kulit kombinasi, Eddy merekomendasikan untuk menggunakan pembersih wajah yang lembut dan melembabkan seperti berbentuk foam tanpa scrub dan acid, khususnya pada daerah T-zone yang perlu pembersihan ekstra.
Terakhir, gunakan lah tabir surya. Sinar matahari mengandung radiasi UV yang menimbulkan efek buruk bagi kulit. Oleh karena itu, diperlukan perlindungan lebih untuk menangkal bahaya dari sinar UV.
Baca juga : Ini Tips Aman Berolahraga di Bulan Ramadan
Pastikan untuk mengaplikasikan tabir surya setiap beberapa jam sekali terutama saat banyak beraktivitas di luar ruangan.
Eddy mengingatkan penggunaan tabir surya pada iklim tropis dan lembap, ditambah dengan polusi udara, ialah hal yang penting.
"Tersedia berbagai jenis tabir surya yang dapat digunakan sesuai karakter kulit masing-masing seperti gel, lotion, ataupun krim. Sebaiknya, pilihlah tabir surya dengan kandungan SPF (sun protector factor) minimal 30 PA+++ dan kandungan antipolusi," pungkas Eddy. (Ant/Z-1)
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Persoalan kulit sensitif jauh lebih kompleks daripada sekadar salah memilih produk.
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Masalah kesehatan yang timbul di pengungsian sangat erat kaitannya dengan faktor higiene.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved