Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Benarkah Kulit Sensitif Karena Salah Skincare? Ini Faktanya

Basuki Eka Purnama
02/2/2026 12:15
Benarkah Kulit Sensitif Karena Salah Skincare? Ini Faktanya
Ilustasi--Pasien melakukan konsultasi dengan dokter kulit(MI/HO)

KELUHAN mengenai kulit sensitif kini semakin marak ditemui di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di kota besar seperti Medan. 

Banyak orang merasa kulitnya tiba-tiba menjadi mudah memerah, perih, hingga reaktif, dan sering kali menyalahkan produk perawatan kulit atau skincare yang dianggap "tidak cocok".

Namun, menurut dr. Ariyati Yosi, MKed(KK), Sp.DVE, Subsp.DT, FINSDV, FAADV, Dokter Spesialis Kulit dari ERHA Central Medan, persoalan kulit sensitif jauh lebih kompleks daripada sekadar salah memilih produk. 

Ia menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan hasil dari kombinasi faktor lingkungan, kebiasaan perawatan, hingga gaya hidup.

"Kulit sensitif bukan sekadar tidak cocok skincare. Ini biasanya terjadi karena skin barrier sedang melemah, yang penyebabnya bisa banyak," jelas Yosi.

Faktor Pemicu di Kota Besar

Kondisi geografis Medan yang panas dan lembap, ditambah dengan mobilitas penduduk yang tinggi, menjadi pemicu utama iritasi kulit tanpa disadari. 

Selain cuaca ekstrem dan polusi, tren penggunaan skincare yang berubah cepat tanpa edukasi yang memadai juga memperburuk kondisi barrier kulit masyarakat.

Meluruskan Mitos yang Menyesatkan

Banyak masyarakat yang terjebak dalam mitos yang justru memperparah kondisi iritasi. dr. Yosi meluruskan beberapa poin penting:

  • Perih Bukan Berarti Berhasil: Rasa perih bukan tanda skincare sedang bekerja, melainkan tanda kulit sedang iritasi. “Perih itu tanda kulit sedang iritasi, bukan progres,” tegas dr. Yosi.
  • Bukan Kondisi Permanen: Banyak kasus kulit sensitif bersifat sementara dan dapat pulih jika pelindung kulit (skin barrier) diperbaiki.
  • Bahaya Dibiarkan: Mengabaikan iritasi dengan harapan akan sembuh sendiri adalah kesalahan. Tanpa penanganan yang benar, kondisi kulit bisa terus memburuk.

Langkah Penanganan yang Tepat

Bagi masyarakat yang sedang mengalami fase kulit sensitif, Yosi memberikan panduan praktis untuk menenangkan kulit:

  1. Hentikan Iritan Sementara: Jauhi produk yang mengandung retinol, eksfolian, atau pewangi kuat.
  2. Fokus pada Hidrasi: Gunakan pelembap yang mampu menenangkan dan menjaga kelembapan sesuai jenis kulit untuk memperbaiki skin barrier.
  3. Proteksi Wajib: Gunakan sunscreen yang lembut untuk mencegah inflamasi akibat paparan sinar matahari yang terik.
  4. Sederhanakan Rutinitas: Jangan terburu-buru menambah produk baru. Berikan waktu bagi kulit untuk stabil selama 1-2 minggu.

Dokter yang telah berpengalaman selama 17 tahun ini menekankan bahwa penanganan kulit sensitif harus dilakukan secara bertahap dan personal. 

"Penanganan kulit sensitif itu bertahap. Yang penting aman, jelas, dan sesuai kebutuhan masing-masing orang," tuturnya.

Jika kondisi tidak kunjung membaik, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional agar penyebab utama—baik itu alergi maupun dermatitis—dapat terdeteksi secara menyeluruh. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya