Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MALAM pertama Ramadan 1443 Hijriah di Kota Bogor, Jawa Barat, ditandai dengan kegiatan pawai obor. Tahun ini, pawai bisa dilaksanakan dengan meriah dan gembira oleh warga.
Dalam pawai itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Kapolres Bogor Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro, Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Inf. Ali Akhwan, Sekretaris MUI, para camat, lurah jajaran muspida lainnya memimpin rombongan pawai.
Ratusan orang membawa obor dan berjalan kaki sambil bersalawat sepanjang kurang lebih 4 kilometer (km). Titik start dilakukan di Masjid Ataqwa, di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal usai salat tarawih dan berakhir di Masjid Baitul Ridwan, Kecamatan Bogor Barat.
"Malam ini kita tandai kebersamaan menyambut Ramadan dengan pawai obor bersaama-sama. Sejauh kira-kira 4 kilometer. Mungkin ada sekitar 300-an orang, kita kawal bersama forkopimda,"kata Bima sesaat sebelum pawai , Sabtu (2/4) malam.
Secara keseluruhan pelaksanaan pawai obor berjalan dengan tertib. Pengawalan dilakukan oleh aparat kepolisian, dishub dan sejumlah pihak terkait lainnya.
Saat memberikan sambutan di Masjid Baitul Ridwan, Bima mengatakan, apa yang terjadi saat ini sudah sesuai takdir Allah. Dimana kondisi membaik, covid-19 mereda sehingga bisa menjalankan salat tarawih tanpa pembatasan dan melaksanakan pawai obor. Tentunya dengan tetap bermasker.
Dia mengatakan sudah cukup lama kita tidak mengalami situasi seperti ini. Sudah 2 tahun kita menahan diri untuk bisa berhati-hati karena situasi yang masih belum memungkinkan.
"Kalau hari ini kita bisa berkumpul seperti ini, kalau malam ini kita bersama -sama menunaikan ibadah salat tarawih. Kalau malam ini kita berjalan kaki dari Ataqwa ke Baitul Ridwan, bersama-sama, berramai-ramai, itu hanya karena atas takdir Allah SWT. Itu karena hendak Allah yang mengijinkan pada kita untuk mengalahkan covid-19 di Kota Bogor," ungkapnya.
Menurutnya situasi Kota Bogor saat ini, aman terkendali tercipta karena dengan adanya kebersamaan, kesabaran, dengan kerjasama semua pihak. Unsur TNI, Polri, ulama, kiyai, warga masyarakat, camat, lurah, RT, RW, DKM.
"Alhamdulillah di Kota Bogor situasi aman terkendali. Sehingga besok kita memasuki, menjemput bulan barokah, bulan suci ramadan dengan suka cita, dengan gembira dan kebersmaan, dan seperti biasa,"pungkasnya. (H-2)
Tradisi munggahan merupakan strategi sosial untuk memperkuat solidaritas, memperbarui relasi, dan menjaga identitas budaya.
Tradisi ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur, dan dewa-dewa yang disembah serta sebagai simbol penyucian sebelum memasuki Tahun Baru Imlek.
Dalam tradisi Tiongkok kuno, feng shui berkembang sebagai sistem penataan ruang berbasis pengelolaan energi (qi) untuk menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kekuasaan.
para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah diberikan wadah untuk menampilkan karya tari yang memadukan musik modern dengan nilai-nilai budaya Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Tradisi tabayyun di kalangan ulama dan warga NU telah lama familiar dan mengakar.
Imigrasi Bogor bongkar sindikat penipuan 13 WNA Jepang di Sentul City. Gunakan seragam polisi Jepang dan suara radio palsu untuk kuras rekening korban.
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merubah sistem penilaian baru dalam program penghargaan Adipura.
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Dampak terparah terjadi di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti.
INDONESIA kembali kehilangan salah satu sosok teladan moral bangsa. Meriyati Roeslani Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri Hoegeng Imam Santoso, istri dari mendiang Kapolri Jendral Hoengeng
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved