Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Kondisi Psikologis Stabil, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Jalani Pemulihan Intensif di RSCM

Basuki Eka Purnama
01/4/2026 10:32
Kondisi Psikologis Stabil, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Jalani Pemulihan Intensif di RSCM
Ilustrasi--Aktivis menyalakan lilin dalam aksi solidaritas doa bersama untuk Andrie Yunus di depan Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).(ANTARA/Darryl Ramadhan)

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengonfirmasi bahwa kondisi psikologis Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, saat ini dalam keadaan cukup stabil. 

Meski sempat mengalami peristiwa traumatis berat, tim medis terus melakukan pemantauan ketat terhadap proses pemulihan fisik dan mental pasien.

"Secara umum, kondisi psikologis pasien dalam keadaan cukup stabil meskipun mengalami peristiwa traumatis berat," ujar Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/4).

Yoga menjelaskan bahwa tim medis multidisiplin, yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik hingga oftalmologi, dikerahkan untuk memastikan perawatan berjalan berkesinambungan. 

Saat ini, kondisi luka luar pasien menunjukkan perkembangan positif. Sebagian besar luka dilaporkan telah mengering dan tertutup oleh kulit baru hasil cangkok, terutama di area wajah, leher depan, dada, pundak, dan lengan kanan.

"Rencana evaluasi luka dalam sedasi sebanyak dua kali minggu ini untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik, masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan," papar Yoga.

Penanganan Intensif pada Mata Kanan

Selain fokus pada pemulihan luka bakar, tim dokter juga memberikan perhatian khusus pada cidera mata kanan pasien. 

Pada Sabtu (28/3), Andrie telah menjalani operasi mata ketiga. Yoga mengungkapkan bahwa tim medis menemukan penipisan permukaan kornea serta kebocoran pada dinding bola mata.

Sebagai langkah penyelamatan, dokter melakukan penambalan menggunakan jaringan selaput dari tungkai pasien. Kelopak mata kanan pasien juga sengaja dijahit tertutup sementara untuk melindungi struktur bola mata selama masa penyembuhan.

"Mata kanan sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan," tutur Yoga. 

Prosedur penutupan ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih empat bulan sebelum dilakukan evaluasi lanjutan.

Hingga saat ini, keluhan nyeri pada pasien dilaporkan minimal dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda infeksi pascaoperasi. RSCM menegaskan komitmennya untuk memberikan penanganan medis profesional dan mengutamakan keselamatan pasien.

"Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini," tegas Yoga. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya