Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Badan Pengurus KontraS, Indria Fernida, mengungkapkan bahwa kondisi Andrie Yunus saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU). Ia mengungkapkan itu saat mengikuti rapat di Komisi III DPR RI, Selasa (31/3) di Jakarta.
Menurut Indira, akibat luka bakar serius dan cedera mata pasca-penyiraman air keras, Andrie harus diisolasi ketat guna mencegah infeksi. Ia hanya diperbolehkan dijenguk oleh keluarga dan seorang pengurus KontraS selama dua pekan untuk perawatan mata dan luka bakar.
“Kondisinya sangat tidak baik-baik saja, meskipun kelihatannya di luar tidak ada informasi yang lebih jelas ya,” kata Indria di kompleks parlemen.
Di sisi lain, Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Komisi III DPR RI menegaskan yurisdiksi kasus ini dan mempercepat penuntasan. Ia menekankan perlunya kepolisian memperdalam penyelidikan, termasuk terkait pengumpulan alat bukti.
“Kami masih punya satu imajinasi atau satu bayangan bahwa kepolisian punya itikad untuk tetap meneruskan perkara ini menggunakan basis argumentasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana,” ujar Dimas.
Sementara itu, pihak keluarga dan LPSK terus melakukan pendampingan khusus di tengah proses pemulihan. (Ant/I-1)
MEYSA, siswi kelas VIII E, SMPN I Nubatukan, Senin (14/10) pagi disiram dengan air keras. Saat kejadian, siswi malang tersebut dalam perjalanan bersama teman-temannya berangkat ke sekolah.
Pengungkapan kasus ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang secara tegas menyebut peristiwa yang menimpa Andrie Yunus sebagai bentuk terorisme.
Kontras mendesak DPR mendorong Presiden membentuk TGPF Independen untuk usut tuntas aktor intelektual penyiraman air keras Andrie Yunus demi menjaga demokrasi
KontraS mengungkap "Operasi Sadang" di balik kasus penyiraman air keras Andrie Yunus. Diduga melibatkan 16+ personel intelijen dan menyasar aktivis lainnya.
KontraS menekankan pentingnya peran Polri untuk mengusut kasus ini secara transparan dan akuntabel.
Tantangan penegakan hukum sering kali bukan pada kemampuan teknis, melainkan pada kemauan institusi untuk membuka fakta secara transparan ketika perkara menyentuh ranah internal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved