Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak kekerasan (Kontras) Dimas Bagus Arya mengungkapkan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus merupakan operasi intelijen. Berdasarkan investigasi mandiri Tim Advokasi untuk Demokrasi, serangan tersebut diduga kuat merupakan bagian dari operasi intelijen terstruktur yang diberi kata sandi "Operasi Sadang".
Dimas memaparkan bahwa operasi ini melibatkan jumlah personel yang jauh lebih besar dari yang dirilis oleh aparat penegak hukum sebelumnya. Jika kepolisian dan Puspom TNI menetapkan empat anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) sebagai tersangka, temuan Kontras menunjukkan angka yang lebih masif.
“Temuan dari kami, operasi ini melibatkan 16 orang atau lebih. Hasil penelusuran CCTV dan pencarian alat bukti menggunakan perangkat open source intelligence menemukan setidaknya 16 orang yang terlibat dalam rangkaian konstruksi penyerangan ini, belum termasuk aktor intelektualnya,” ujar Dimas saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (31/3).
Dimas mengatakan investigasi Tim Advokasi untuk Demokrasi mengungkap bahwa "Operasi Sadang" dilakukan secara sistematis. Serangan tersebut diawali dengan perencanaan matang, mulai dari upaya surveilans, penguntitan, hingga pemantauan intensif terhadap pergerakan Andrie Yunus oleh pihak-pihak yang sebelumnya diidentifikasi sebagai Orang Tak Dikenal (OTK).
Lebih mengkhawatirkan lagi, Dimas menyebut bahwa Andrie Yunus bukanlah satu-satunya sasaran dalam operasi intelijen ini.
“Operasi Sadang ini bermula dengan sejumlah tindakan perencanaan dan penguntitan. Informasi yang kami terima, ada beberapa target lainnya selain saudara Andrie Yunus,” ungkap Dimas.
(P-4)
TAUD memprotes pelimpahan penanganan kasus penyerangan air keras terhadap aktivis Andrie Yunus dari Polda Metro Jaya ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Pengungkapan kasus ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang secara tegas menyebut peristiwa yang menimpa Andrie Yunus sebagai bentuk terorisme.
Ketua Badan Pengurus KontraS, Indria Fernida, mengungkapkan bahwa kondisi Andrie Yunus saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU).
Kontras mendesak DPR mendorong Presiden membentuk TGPF Independen untuk usut tuntas aktor intelektual penyiraman air keras Andrie Yunus demi menjaga demokrasi
Komnas HAM mendesak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk mengambil alih penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus
Freddy menjelaskan, berita hoaks pertama yang dibantah yakni anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) yakni Mayor SS yang dituduh jadi peserta aksi demo di Pejompongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved