Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISIONER Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Saurlin P. Siagian, menegaskan tidak ada perbedaan signifikan terkait inisial pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus antara keterangan Polda Metro Jaya dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Perbedaan inisial itu kami konfirmasi bukan perbedaan signifikan. Mereka mengatakan itu orang yang sama kira-kira begitu. Itu orang yang sama,” ujar Saurlin di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin (30/3).
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihak Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan keterlibatan anggota TNI dalam kasus tersebut.
“Polda Metro Jaya masih mendalami keterlibatan pihak TNI. Masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Kita akan menunggu hasil penyelidikannya,” katanya.
Komnas HAM juga mengonfirmasi bahwa keempat terduga pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut merupakan personel dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
“Seperti rilis yang sudah disampaikan oleh Polda Metro Jaya, terkonfirmasi bahwa mereka dari BAIS dari pihak TNI,” ungkapnya.
Dalam proses penyelidikan, Saurlin menyebut pihak kepolisian telah menyerahkan sejumlah dokumen kepada TNI guna mendukung penanganan perkara. “Pihak PMJ menyerahkan beberapa dokumen yang dibutuhkan oleh pihak TNI. Itu yang kita dapatkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Komnas HAM telah menerima paparan perkembangan kasus dari Polda Metro Jaya dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam, yang disampaikan langsung oleh jajaran pejabat kepolisian.
“Kami juga sudah mendapatkan informasi banyak hal dari Polda Metro Jaya, kami pikir sudah cukup. Fakta-fakta yang sekarang kami butuhkan juga sudah beberapa hal sudah disampaikan, dan kami masih meminta beberapa hal lagi kepada Polda Metro Jaya untuk diserahkan kepada kita,” pungkasnya. (Dev/P-3)
GURU Besar Unpad Muradi mengapresiasi kerja Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) menahan empat personel Bais TNI terduga pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
KETUA Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menegaskan terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus disidang di peradilan umum
terduga pelaku penyiraman air keras Aktivis Kontras Andrie Yunus terindentifikasi. Empat anggota dari Bais TNI kini diamankan karena diduga terlibat sebagai pelaku, pemerintah apresiasi
PELAKU penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus diduga melibatkan anggota Bais TNI. Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta agar administrasi kasus dilakukan cermat
Penanganan kasus Andrie Yunus menuai sorotan. TGPF didorong segera dibentuk untuk ungkap fakta dan pulihkan kepercayaan publik.
DPR mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera mengeluarkan kesimpulan tegas terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus
Komnas HAM mendesak pemeriksaan transparan terhadap mantan Kabais TNI terkait kasus penyiraman air keras aktivis Andrie Yunus. Penegakan hukum dinilai krusial.
Komnas HAM desak Panglima TNI periksa eks KaBAIS Letjen Yudi Abrimantyo terkait kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus. Simak pernyataan lengkapnya di sini.
Untuk menjamin objektivitas, Usman mendesak Presiden melibatkan masyarakat sipil dan tokoh berintegritas dalam TPF.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved