Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Kabar mengejutkan datang dari Gedung Merah Putih hari ini, Jumat, 13 Maret 2026. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, dilaporkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penangkapan ini menjadi ironi mengingat Syamsul baru menjabat sebagai Bupati definitif selama kurang lebih satu tahun setelah dilantik pada Februari 2025.
Syamsul Auliya Rachman lahir di Cilacap pada 30 November 1985. Ia dikenal sebagai sosok birokrat tulen yang memulai kariernya dari bawah. Syamsul merupakan alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2008.
Tak puas dengan gelar sarjana, ia melanjutkan studi Magister (S2) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan berhasil meraih gelar Doktor (S3) Ilmu Pemerintahan dari IPDN Jakarta pada tahun 2023 dengan predikat sangat memuaskan.
Perjalanan karier politik dan birokrasi Syamsul tergolong sangat cepat atau sering disebut sebagai rising star di Jawa Tengah:
Selain di pemerintahan, Syamsul merupakan tokoh sentral di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Cilacap untuk periode 2021-2026.
Berdasarkan data LHKPN terbaru, Syamsul memiliki total harta kekayaan sekitar Rp12,03 miliar. Sebagian besar hartanya berupa aset tanah dan bangunan di wilayah Cilacap serta beberapa unit kendaraan mewah yang dilaporkan sebagai hasil sendiri maupun hibah.
Syamsul Auliya Rachman terjaring OTT KPK pada 13 Maret 2026 di tengah masa jabatannya sebagai Bupati Cilacap. Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkannya.
| Nama Lengkap | Dr. Syamsul Auliya Rachman, S.STP., M.Si. |
| Tempat, Tanggal Lahir | Cilacap, 30 November 1985 |
| Pendidikan Terakhir | S3 Ilmu Pemerintahan (IPDN) |
| Partai Politik | Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) |
| Jabatan Terakhir | Bupati Cilacap (2025-2030) |
KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait korupsi kuota haji. Yaqut membantah terima aliran dana. Cek rincian hartanya di sini.
Terjaring OTT KPK, segini total harta kekayaan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari. Intip rincian aset tanah Rp14 M hingga utang jumbo Rp12 M di LHKPN.
Harta Rini Soemarno tercatat sebesar Rp128,9 miliar.
Kemudian, Erick mencatatkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp33,5 miliar. Terus, ada juga surat berharga senilai Rp1,7 triliun.
Dalam laporannya, Djamari mencatatkan kepemilikan dua tanah dan bangunan senilai Rp1,5 miliar. Lokasinya ada di Malang dan Bogor.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai penangkapan sembilan kepala daerah hasil pemilihan kepala daerah belakangan ini bukan sekadar perkara hukum.
KPK resmi menahan Bupati Rejang Lebong periode 2025-2030, Muhammad Fikri Thobari, bersama empat orang lainnya terkait dugaan suap ijon proyek
PK rilis identitas tersangka suap ijon proyek Rejang Lebong. Selain Bupati Fikri Thobari, Kadis PUPR dan tiga pengusaha resmi ditahan. Cek detailnya!
Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyebut maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat sejumlah kepala daerah belakangan ini sebagai sebuah bencana.
GELOMBANG Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap para pemimpin daerah belum menunjukkan tanda-tanda mereda di tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved