Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Inilah Nama Terpanjang di Indonesia: Shinggudinggazhanggaree Jaudingginaderaenivatearathus Mauradhuttamazhazhilazu’art

Rahmatul Fajri
12/3/2026 17:23
Inilah Nama Terpanjang di Indonesia: Shinggudinggazhanggaree Jaudingginaderaenivatearathus Mauradhuttamazhazhilazu’art
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menyampaikan rilis jumlah penduduk RI,semester I 2024 di Jakarta, Rabu (7/8/2024(Agung Wibowo/MI)

DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis data unik nama terpanjang di Indonesia. Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi mengungkap berdasarkan rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025, nama terpanjang pada tahun 2025 memiliki 79 karakter, yaitu Shinggudinggazhanggaree Jaudingginaderaenivatearathus Mauradhuttamazhazhilazu’art. 

Teguh menyebut, nama terpanjang di Indonesia itu belum sesuai dengan ketentuan Permendagri No. 73 Tahun 2022, yang membatasi jumlah karakter pada dokumen kependudukan (KTP-el/KK) maksimal 60 karakter, termasuk spasi. 

Ia menjelaskan bahwa nama terpanjang di Indonesia tersebut diinput sebelum terbitnya Permendagri 73/2022.

"Selain itu, nama yang terlalu panjang tidak muat di kolom KTP-el atau Kartu Keluarga (KK), dan berpotensi terpotong dalam database, atau menyebabkan eror pada aplikasi layanan," jelas Teguh, saat memaparkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Teguh mengingatkan nama panjang ini juga dapat memicu ketidaksesuaian nama antara dokumen kependudukan dengan dokumen lain, seperti paspor, ijazah, atau buku bank, yang juga berpotensi menyulitkan pengurusan layanan publik.

Sementara nama terpendek, bahkan hanya satu huruf, seperti M, D, C, N, J, Q, V, masing-masing satu orang. Sedangkan, penduduk tertua yang tercatat adalah Maryam, lahir tahun 1907 di Bangkalan dengan usia 118 tahun. 

Teguh mengatakan, dalam konteks demografi dan kedukcapilan penduduk lansia bukan sekadar kelompok rentan, melainkan sebagai penjaga nilai, dan indikator keberhasilan pembangunan. 

"Meningkatnya jumlah lansia, terutama yang sehat dan mandiri, menandakan keberhasilan peningkatan usia harapan hidup dan perbaikan kualitas kesehatan," kata Teguh. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya