Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
STAGNASI pembahasan paket Undang-Undang (UU) Politik oleh DPR dan pemerintah memicu kekhawatiran serius. Keengganan dalam melakukan reformasi regulasi ini dinilai berpotensi menyeret Indonesia ke dalam krisis demokrasi pada Pemilu 2029 mendatang.
Lembaga Advokasi Pembangunan dan Demokrasi (LAPD) menyerukan perlunya konsolidasi segera dari seluruh pemangku kepentingan untuk memecah kebuntuan legislasi tersebut.
"Kami menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPR, pemerintah, dan masyarakat sipil, untuk bersatu dalam upaya membentuk paket UU Politik yang utuh dan efektif," tegas Direktur Eksekutif LAPD, Kaka Suminta, melalui siaran pers, Jumat (30/1).
Kepentingan Status Quo
Kaka menilai mandeknya pembahasan ini bukan sekadar kendala teknis administrasi, melainkan indikasi kuat adanya upaya mempertahankan status quo. Paket UU Politik yang mencakup UU Partai Politik, UU Pemilu, UU Pilkada, UU Penyelenggara Pemilu, hingga UU MD3, seharusnya disusun secara komprehensif dan terintegrasi.
Menurutnya, jika regulasi ini gagal rampung tepat waktu, stabilitas politik nasional akan dipertaruhkan. Tanpa payung hukum yang kuat, prinsip transparansi dan keadilan dalam pemilu akan luntur.
"Keengganan DPR dan pemerintah untuk melanjutkan pembahasan paket UU Politik diduga disebabkan oleh berbagai kepentingan politik yang saling berhimpitan," tutur Kaka.
Bayang-bayang Pemilu Terburuk
Ia menambahkan, kekhawatiran para elite politik terhadap perubahan aturan main yang dapat mengancam posisi kekuasaan mereka menjadi faktor penghambat utama. Hal ini menjauhkan harapan publik akan perbaikan kualitas demokrasi.
Jika tren ini berlanjut, Kaka memperingatkan bahwa Pemilu 2029 berisiko menjadi salah satu penyelenggaraan pemilu terburuk dalam sejarah Indonesia. Apalagi, terdapat mandat hukum yang mendesak terkait kepastian Pilkada serentak pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 Tahun 2024.
"Proses legislasi yang berlarut-larut kian menjauhkan harapan akan perbaikan kualitas pemilu ke depan," pungkasnya. (Mir/P-2)
KETUA Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengatakan bahwa pihaknya berencana membentuk Undang-Undang (UU) Politik dengan menggunakan metode Omnibus Law.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) RI akan patuh dan taat pada konstitusi untuk merevisi delapan undang-undang politik dengan metode gabungan alias omnibus law.
WAKIL Ketua DPR Adies Kadir menyebut pihaknya menampung usulan Badan Legislasi (Baleg) DPR untuk merevisi delapan undang-undang politik dengan metode omnibus law.
KEMENTERIAN dalam Negeri (Kemendagri) bakal mengkaji opsi Badan Legislasi (Baleg) DPR untuk merevisi delapan undang-undang politik dengan metode omnibus law
Komisi II DPR menargetkan RUU Pilkada rampung 2026 demi kepastian hukum sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai pada 2027.
PEMUDA Katolik resmi meluncurkan Sekolah Politik dan Demokrasi Batch 1 atau POLITIKU.
Menurut Muhaimin, kepemimpinan Prabowo tidak hanya relevan untuk satu periode, tetapi juga memiliki potensi keberlanjutan.
Menurut Titi, menaikkan atau menurunkan ambang batas bukan hanya tidak rasional, tetapi juga berpotensi memperdalam ketidakadilan representasi politik.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved