Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kaesang Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung, PSI: Faktor Jokowi

Rahmatul Fajri
28/1/2026 15:57
Kaesang Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung, PSI: Faktor Jokowi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DIREKTORAT Hukum dan HAM DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kamaruddin, mengungkapkan bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menjadi faktor kunci di balik merapatnya tokoh nasional hingga kader berbagai partai politik lain ke PSI. 

Kamaruddin menilai, rekam jejak Jokowi yang tidak pernah kalah dalam lima kali pertarungan elektoral demokrasi Indonesia menjadi daya tarik utama bagi para tokoh daerah maupun nasional untuk bergabung ke PSI. 

"Pak Jokowi adalah kunci merapatnya tokoh-tokoh ke PSI. Mereka melihat Pak Jokowi belum pernah kalah dalam pertarungan elektoral. Mungkin beliau satu-satunya dalam sejarah Indonesia yang menang lima kali berturut-turut dalam sistem demokrasi," ujar Kamaruddin ketika dihubungi, Rabu (28/1/2026).

Kamaruddin mengatakan selain faktor kemenangan elektoral, para tokoh dari latar belakang partai yang beragam seperti PDIP, hingga Golkar yang memilih bergabung karena ingin mewujudkan gagasan "Jokowisme" melalui PSI.

Kamaruddin menjelaskan bahwa para tokoh tersebut bergabung karena ingin memastikan lima pilar Jokowisme tetap tegak, yakni mengutamakan kerja nyata dan pembangunan daripada sekadar retorika ideologi, serta konsisten mewujudkan paradigma Indonesia Sentris dengan memeratakan pembangunan hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Selain itu, Jokowisme juga menekankan pada gaya kepemimpinan yang sederhana dan otentik dalam pelayanan publik, mengejar cita-cita The Indonesian Dream untuk kemajuan bangsa, serta manifestasi keadilan sosial melalui pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Ini adalah gejala 'Jokowi Effect'. Tokoh-tokoh sentral di daerah yang pindah ke PSI ini cukup merata, terutama dari wilayah-wilayah yang menjadi basis kuat Pak Jokowi," katanya.

Lebih lanjut, Kamaruddin menjelaskan bahwa penguatan struktur partai telah dimulai sejak Kongres PSI di Solo pada Juli 2025, saat Kaesang Pangarep terpilih sebagai Ketua Umum. Momentum tersebut menandai perubahan AD/ART partai menuju konsep "Partai Super Tbk", yang mengedepankan prinsip one member one vote (satu kader, satu suara). Selain itu, konsolidasi seluruh struktur partai juga digelar pada acara Rakernas PSI di Makassar pada 28-31 Januari 2026. 

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menyebut banyak kader Golkar yang berpindah ke partai yang dia pimpin. Dia berkelakar dengan meminta izin kepada Ketum Golkar Bahlil Lahadalia.

Momen itu terjadi ketika Kaesang memimpin Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Bali di The Trans Resort, Badung, Bali, Sabtu (24/1/2026). Kaesang awalnya memanggil kader PSI Bali yang merupakan mantan kader Golkar.

"Izin Pak Ketum Bahlil, kader-kadernya merapat ke kami," ujar Kaesang disambut tawa hadirin di ruangan itu. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya