Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERLAKUAN Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru per hari ini, Jumat (2/1), menandai berakhirnya era hukum kolonial di Indonesia. Komisi III DPR RI menegaskan regulasi anyar ini harus menjadi 'rem pakem' bagi aparat agar tidak ada lagi praktik kriminalisasi maupun tindakan sewenang-wenang terhadap rakyat atas nama hukum.
Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menyebut implementasi KUHAP dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) anyar ini merupakan perubahan paradigma besar. Sistem peradilan Indonesia kini resmi meninggalkan watak penghukuman (retributif) menuju pemulihan (restoratif).
"Ini sebuah arah baru hukum kita, yang kita harapkan bisa menjawab problematika, persoalan, masalah hukum yang ada di negara kita," tegas Rudianto dilansir dari Antara, Jumat (2/1).
Menurut Rudianto, sebagai perancang undang-undang tersebut, DPR menaruh harapan besar agar polemik ketidakadilan yang kerap terjadi di masa lalu tidak terulang. KUHAP baru yang mendampingi UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional) menempatkan posisi negara dan warga negara dalam kedudukan yang setara.
"Karena itu kita menyongsong arah baru dan tentu saja watak, karakter dari KUHAP kita ini kan tidak lagi retributif, pembalasan, tapi restoratif, pemulihan," jelasnya.
Ia menambahkan, dalam regulasi hukum formil yang baru ini, posisi advokat atau penasihat hukum juga diperkuat. Hal ini demi menjamin hak-hak tersangka atau terdakwa agar proses hukum berjalan lebih adil (fair trial).
Senada dengan DPR, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, memastikan bahwa hari ini adalah tonggak sejarah baru. Indonesia secara resmi menanggalkan warisan hukum Belanda yang telah bercokol lebih dari satu abad.
"Momentum ini sekaligus membuka babak baru penegakan hukum nasional yang lebih modern, manusiawi, berkeadilan, dan berakar pada nilai-nilai Pancasila serta budaya bangsa Indonesia," ujar Yusril.
Rudianto Lallo pun mendesak seluruh elemen penegak hukum untuk segera melakukan adaptasi total. Ia meminta sosialisasi masif terus dilakukan dan penerapan pasal-pasal baru dijalankan secara presisi sesuai semangat pembaruan hukum nasional. (Ant/Z-10)
Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tendra menilai penghentian penyidikan (SP3) terhadap Eggi Sudjana merupakan cerminan keberhasilan penerapan KUHP dan KUHAP yang baru
SP3 dalam perkara Eggi Sudjana harus dibaca dalam kerangka perubahan paradigma penegakan hukum pidana yang kini lebih menekankan penyelesaian perkara secara proporsional.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai penerapan KUHP dan KUHAP nasional mulai berdampak positif, dengan pendekatan keadilan restoratif
Fickar menambahkan bahwa tindakan oknum aparat yang sewenang-wenang dapat merusak citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun menegaskan kritik terhadap KUHP dan KUHAP baru adalah bagian demokrasi. DPR membuka ruang koreksi melalui uji materi di Mahkamah Konstitusi.
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mempersilakan kelompok masyarakat maupun organisasi untuk menggugat KUHAP dan KUHP baru ke Mahkamah Konstitusi (MK)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved