Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Prabowo Dorong Perbaikan Tata Kelola Kekayaan Negara

M Ilham Ramadhan Avisena
16/12/2025 22:47
Prabowo Dorong Perbaikan Tata Kelola Kekayaan Negara
PRESIDEN Prabowo Subianto.(Dok. Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk membenahi tata kelola kekayaan negara dan menindak tegas praktik korupsi dalam pengelolaannya. Ia meyakini Indonesia memiliki potensi kekayaan yang sangat besar, namun masih menghadapi kelemahan dalam menjaga dan mengelolanya secara andal.

Hal itu ia sampaikan saat memberi pengarahan kepada Gubernur se-Papua dan Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12).

"Kita semakin hari semakin tahu betapa potensi, betapa kenyataan kekayaan kita. Tetapi kita juga harus mengakui bahwa kita masih belum andal dan belum cakap untuk menjaga dan mengelola kekayaan kita masing-masing," kata Prabowo.

Menurutnya, pemerintah pusat saat ini tengah bekerja keras melakukan pembenahan internal, termasuk dengan berani menghadapi berbagai kekurangan dalam sistem pemerintahan. Ia menilai, sikap jujur terhadap kelemahan menjadi kunci untuk memperkuat pengelolaan negara ke depan.

Prabowo menekankan, praktik korupsi, penyelewengan, dan penyalahgunaan kekuasaan berdampak langsung pada kehidupan rakyat. Ia mengingatkan, pembiaran terhadap pencurian dan penyelundupan kekayaan negara hanya akan memperberat beban masyarakat.

"Korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan kekuasaan, mencari keuntungan pribadi kelompok dari kekayaan negara, membiarkan kekayaan negara dicuri, diselundupkan ini di ujungnya adalah akan memperberat kehidupan rakyat kita semua," terangnya.

Dalam konteks penegakan hukum, Presiden menyatakan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pejabat yang tidak mampu menjalankan tugasnya. Penindakan tersebut, kata dia, dilakukan tanpa melihat latar belakang politik, suku, agama, maupun ras.

"Kita tidak akan ragu-ragu copot, memecat pejabat yang tidak mampu tanpa memandang bulu tanpa melihat partai mana asal usul, suku mana, agama mana, ras mana," terang Prabowo.

Ia menambahkan, pemerintah bersama jajaran menteri saat ini juga fokus mengamankan aset negara dengan menelusuri berbagai kekayaan dan meneliti ulang regulasi yang ada. Langkah itu dilakukan agar seluruh kekayaan negara dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

"Kita mencari aset-aset, kita meneliti peraturan-peraturan, dan kita tidak segan-segan untuk melakukan apa yang diperlukan sehingga semua kekayaan negara bisa kita amankan dan kita gunakan untuk kepentingan rakyat kita," pungkas Prabowo. 
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya