Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menjadikan indeks partisipasi pemilih (IPP) pada pemilu dan pilkada sebagai instrumen penting untuk membangun pusat pengetahuan demokrasi di Indonesia.
Itu disampaikan anggota KPU August Mellaz saat membuka Media Gathering bertema Sinergi Pilar Demokrasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/12) malam.
Ia menyebut IPP sebagai bagian dari visi kelembagaan KPU periode 2022-2027 yang ingin menempatkan lembaga tersebut sebagai rujukan informasi dan kajian kepemiluan.
"IPP Pemilu dan IPP Pilkada hanya salah satu saja bentuk dari bagaimana KPU berusaha mewujudkan di periode 2022-2027, mewujudkan dua misi pentingnya. Yang pertama menjadikan KPU sebagai pusat pengetahuan dan berbagai pengalaman tentang kepemiluan," ujarnya.
Mellaz menjelaskan, penyusunan IPP dilakukan bersama peneliti, akademisi, dan para pegiat isu kepemiluan untuk memastikan indikator yang dihasilkan mencerminkan kondisi partisipasi secara akurat.
Dia menilai, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian dari upaya memperluas partisipasi publik dalam penguatan demokrasi.
"Kebutuhan melibatkan stake holder tersebut sebagai bentuk partisipasi kelompok masyarakat yang harus dicatat sebagai bagian dari perbaikan demokrasi ke depan," tuturnya.
Menurut Mellaz, kritik dan advokasi tetap diperlukan agar demokrasi terus berkembang. "Faktanya memang dalam konteks demokrasi ya kita harus kritis, karena kita harus mengadvokasi sesuatu," kata dia.
IPP Pemilu dan Pilkada, lanjut Mellaz, menjadi instrumen refleksi atas perjalanan panjang penyelenggaraan pemilu di Indonesia. "Tetapi pada akhirnya kita harus merefleksikan berbagai data, berbagai konsep. Kita cek apakah secara empiris berjalan atau tidak. Dan itu menghasilkan berbagai produk pengetahuan," terangnya.
Ia menambahkan, pemilu dan pilkada yang dikelola dalam situasi berbeda dibanding 2019 menjadi pengalaman penting yang melandasi pengembangan indeks ini.
"Itu didasarkan pada pengalaman-pengalaman dalam mengelola tanggung jawab, baik menyelenggarkan pemilu dan pilkada di tengah situasi yang total berbeda dibanding 2019," pungkas Mellaz. (Mir/P-3)
IPK Indonesia 2025 turun ke skor 34. Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman menilai perbaikan penegakan hukum jadi kunci pemberantasan korupsi.
Pakar FH UI Titi Anggraini menyoroti lemahnya transparansi keuangan partai politik Indonesia, menekankan audit eksternal dan pengawasan tegas dibutuhkan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved