Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan paradigma baru dalam penanganan unjuk rasa: dari pendekatan mengamankan, menjaga menjadi melayani. Dalam apel Apel Kasatwil 2025 di Cikeas, Bogor, Selasa (25/11). Kapolri menyampaikan bahwa institusi Polri tengah mencari referensi penanganan aksi massa yang tepat, termasuk dengan mengundang Hong Kong Police Force, guna memperbaiki cara penanganan demonstrasi di Indonesia.
Sigit menjelaskan bahwa dengan pendekatan baru, Polri akan memfasilitasi jalur komunikasi antara massa pengunjuk rasa dan institusi terkait pemerintah daerah, DPRD, dan DPR, untuk menjamin aspirasi tersampaikan melalui dialog yang efektif.
Ia juga menekankan bahwa upaya ini bertujuan mencegah distorsi atau potensi penyalahgunaan momentum demonstrasi untuk kepentingan pihak yang tidak berkepentingan. Dalam situasi kerusuhan, Polri tetap akan membedakan antara massa unjuk rasa damai dan massa yang berpotensi membuat kerusuhan.
Menurut Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan sikap Kapolri ini merupakan awal penting dalam transformasi Polri menjadi lembaga pelayanan sipil bukan sekadar alat keamanan. Ia memuji perubahan visi ini sebagai langkah fundamental yang bisa memperkuat kepercayaan publik.
Namun, Syahganda juga mengingatkan bahwa perubahan paradigma hanya berarti bila diikuti dengan langkah konkret. “Pernyataan Kapolri harus ditunjukkan dengan tindakan nyata, reformasi Polri harus menyentuh profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas,” katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (27/11).
Perubahan cara penanganan demonstrasi menjadi sinyal bahwa Polri menyadari kebutuhan publik akan ruang kebebasan berpendapat yang aman dan dihormati. Dengan pendekatan melayani, Polri berpotensi membantu menekan potensi konflik, sekaligus menjaga stabilitas dan ketertiban tanpa mengorbankan hak warga.
Transformasi ini, jika dijalankan secara konsisten, bisa memperbaiki citra institusi di mata masyarakat dari otoriter ke responsif dan humanis. Meskipun gagasan perubahan telah disampaikan, implementasinya tidak otomatis. Reformasi kultural dan operasional Polri akan membutuhkan waktu, pelatihan, dan komitmen kuat termasuk sistem pengawasan internal dan keterlibatan publik agar pelayanan benar-benar dirasakan.
Syahganda dan banyak pihak berharap bahwa perubahan retorika ini diikuti dengan evaluasi berkala dan transparansi agar Polri tak hanya berubah di kata, tapi juga di pelaksanaan di lapangan. (Cah/P-3)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Korlantas Polri resmi menghentikan one way nasional KM 414 hingga KM 70 pada Rabu (25/3) sore karena arus balik Lebaran 2026 mulai melandai.
Bareskrim Polri menangkap Direktur dan Manajer White Rabbit terkait dugaan peredaran narkoba sejak 2024. Polisi kini memburu aliran dana dan TPPU.
Pendaftaran Bintara Penerimaan Polri 2026 resmi dibuka dengan kuota 5.141 orang. Cek syarat, cara daftar online, dan batas waktu verifikasi hingga 30 Maret 2026!
Polri resmi buka pendaftaran Akpol, Bintara, dan Tamtama 2026 mulai 9-30 Maret. Cek syarat lengkap, kuota 6.900 orang, dan cara daftar di sini!
WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak aparat kepolisian untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat guna mencegah meluasnya aksi main hakim sendiri.
Hingga H+6 Lebaran, tercatat sebanyak 2.561.629 pemudik telah kembali masuk ke wilayah Jakarta.
Kapolri menyebut puncak arus balik Lebaran 2026 telah terlewati. Tersisa 13% atau sekitar 385 ribu kendaraan yang belum kembali ke Jakarta. Simak detail datanya di sini.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut angka kecelakaan mudik 2026 turun 7,8% meskipun jumlah pemudik melonjak 20%. Simak data lengkap fatalitas dan pantauan arus balik di sini.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah akan dimulai pada 24 Maret 2026.
Kapolri menyatakan hal tersebut guna mengantisipasi potensi kecelakaan di tempat wisata seiring dengan melonjaknya jumlah wisatawan pada momen libur nasional tersebut.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pastikan pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus, atas perintah Presiden Prabowo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved