Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyebut HUT ke-80 TNI menjadi momentum penting untuk menengok perjalanan panjang sekaligus menatap arah baru pertahanan Indonesia.
Ia mengatakan usia delapan dekade bukan hanya simbol kedewasaan institusi militer, tetapi juga titik untuk mengukur sejauh mana transformasi yang sedang berjalan benar-benar menjawab kebutuhan zaman.
Menurutnya, modernisasi TNI yang digencarkan oleh pemerintah saat ini jelas bukan lagi sekadar belanja platform, melainkan usaha perombakan menyeluruh atas doktrin, struktur, dan interoperabilitas.
Pembangunan kekuatan darat, laut udara, bahkan siber, harus diarahkan agar TNI benar-benar memiliki daya gentar yang nyata, kemampuan tanggap yang cepat, dan kesiapan menghadapi ancaman non-konvensional maupun bencana kemanusiaan.
"Langkah ini mestinya disertai pembenahan sumber daya manusia serta pendidikan hukum humaniter dan disiplin militer, karena kekuatan sejati tidak hanya diukur dari persenjataan, tetapi juga dari kehormatan dan profesionalisme prajuritnya," kata Khairul melalui keterangannya, Jumat (3/10).
Khairul menjelaskan di balik pencapaian itu, ada catatan yang tidak bisa diabaikan. Sejumlah insiden kekerasan terhadap warga sipil menjadi pengingat bahwa legitimasi TNI lahir dari kepercayaan rakyat.
Maka dari itu, kata ia, penegakan disiplin dan akuntabilitas harus berjalan tegas dan transparan, agar setiap pelanggaran ditangani secara adil tanpa mencederai nama baik institusi.
"Penegasan batas peran TNI di ranah sipil juga perlu dijaga, bahwa pelibatan hanya dilakukan jika ada mandat jelas, berbatas waktu, dan selalu dalam koordinasi dengan otoritas sipil," katanya.
Khairul mengatakan UU TNI yang baru disahkan memberikan ruang diskusi lebih luas tentang masa depan relasi sipil-militer. Tantangan berikutnya adalah memastikan implementasi aturan itu tetap mengutamakan profesionalisme, netralitas politik, dan fokus pada pertahanan negara.
Lebih lanjut, Khairul berharap HUT ke-80 bukan sekadar perayaan, melainkan kesempatan untuk mengoreksi kelemahan sekaligus mengonsolidasikan kekuatan.
"TNI diharapkan semakin modern secara kemampuan, disiplin secara perilaku, dan dekat dengan rakyat secara legitimasi. Inilah fondasi agar ke depan TNI tetap dipercaya sebagai tentara rakyat, tentara nasional, dan tentara profesional," tandasnya. (Faj/P-2)
SEJUMLAH kementerian dan lembaga negara membahas penguatan moderasi beragama.
Terdapat perbedaan fundamental dalam doktrin kerja antara kepolisian dan militer yang tidak dapat dicampuradukkan dalam menghadapi ancaman terorisme di ruang sipil.
Mahfud mengatakan posisi Polri saat ini merupakan hasil reformasi 1998.
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Safaruddin, berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) khusus dengan tiga instansi penegak hukum guna menelusuri kejelasan tindak lanjut laporan dari PPATK.
Aiptu Ikhwan dan Serda Heri Purnomo yang diduga memfitnah dan menganiaya penjual es gabus, Sudrajat harus diproses hukum.
KEPALA Dinas Penerangan TNI AD menyatakan bahwa kasus viral penjual es kue yang diduga menggunakan bahan spons atau gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, merupakan kesalahpahaman.
Prosedur penugasan harus tetap mengikuti mekanisme administratif yang berlaku.
Putusan MK ini penting untuk menjaga prinsip netralitas, profesionalisme, dan batas kewenangan antar lembaga negara.
MASUKNYA unsur militer ke ruang-ruang sipil kembali menjadi sorotan dalam tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.
SATU tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai memperlihatkan tren kemunduran dalam reformasi demokrasi. Peran militer di ranah sipil kian menguat,
Laboratorium Indonesia 2045 (Lab 45) mengkritik adanya pengerahan kendaraan taktis (rantis) di kantor Kejaksaan Agung (Kejagung).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved