Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Pusat Studi Anti Korupsi Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah menilai langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memeriksa Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam kasus dugaan suap proyek jalan di Sumut merupakan keputusan keliru.
“Keliru kalau KPK menjadikan alasan nama Bobby belum disebut sebagai dasar untuk tidak melakukan pemanggilan. Padahal yang perlu dipotret adalah relasi kuasa yang terjadi,” kata Herdiansyah dalam keterangannya, Jumat (3/10).
Herdiansyah menekankan, sejumlah pihak yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) merupakan pejabat struktural di bawah kepemimpinan Bobby. Oleh karena itu, kata dia, klarifikasi dari sang gubernur seharusnya menjadi langkah penting dalam proses hukum.
“Beberapa orang yang kemudian ditangkap itu adalah mereka-mereka yang secara hirarki dan struktural berada di bawah pucuk pimpinan Bobby Nasution. KPK perlu mengklarifikasi apakah memang itu sepengetahuan Bobby atau tidak,” jelasnya.
Ia juga menyoroti aspek genealogi politik yang seharusnya menjadi pertimbangan penting bagi KPK dalam menyelidiki kasus ini. Menurutnya, kedekatan antara Bobby dengan sejumlah pejabat yang kini menjadi tersangka menunjukkan adanya relasi politik yang kuat.
“Sebagai contoh, Topan sejak awal disebut sebagai anak emas Bobby. Dari masa Bobby masih Wali Kota, Topan sudah dekat, pernah menjadi PJ Sekda, lalu kini menjabat Kepala Dinas PUPR. Relasi politik ini mestinya jadi dasar bagi KPK untuk memanggil Bobby,” tegas Herdiansyah.
Lebih lanjut, Herdiansyah menilai ada dua hal seharusnya cukup menjadi pertimbangan KPK dalam memanggil Bobby. Pertama, posisi struktural para tersangka yang merupakan bawahan langsung Bobby di pemerintahan provinsi. Kedua, faktor genealogi politik yang memperlihatkan kedekatan personal maupun politik.
“Jadi tidak bisa hanya beralasan bahwa nama Bobby tidak disebut-sebut dalam sidang, lalu KPK tidak memanggilnya. Itu keliru. Relasi kuasa dan genealogi politik harusnya cukup kuat untuk jadi alasan pemanggilan,” ujarnya.
Lebih jauh, Herdiansyah menekankan bahwa pemanggilan seorang gubernur bukan hal yang tabu, apalagi demi kepentingan penegakan hukum.
“Tidak perlu ditabukan. Pemanggilan gubernur itu hal biasa saja. Justru kalau KPK terus beralasan seperti sekarang, publik akan bertanya-tanya, ada apa dengan KPK?” pungkasnya. (H-4)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang dalam sorotan setelah menggelar empat operasi tangkap tangan (OTT) dalam sebulan. Tapi, operasi senyap itu diklaim bukan prestasi.
Walaupun dalam sidang sebelumnya yang digelar pada 23 September 2025 atau percobaan pertama, majelis hakim memutuskan menolak permohonan praperadilan.
TIGA Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) dilaporkan ke Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA).
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko
PAKAR Hukum Pidana, Chairul Huda, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menindaklanjuti dugaan penggelembungan atau mark up dalam proyek Kereta Whoosh
KPK mendorong agar pencegahan korupsi tidak hanya berpusat di internal SKK Migas, tetapi melibatkan seluruh ekosistem.
Boyamin menyebut KPK pilih kasih kepada sejumlah saksi dalam kasus rasuah pembangunan jalan di Sumatra Utara.
GUBERNUR Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menetapkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) Sumut pada 2026 sebesar 7,9 persen atau menjadi Rp3.228.971 daripada 2025.
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut tahun 2026 sebesar Rp3.228.971.
DEWAN Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap penyidik yang menangani kasus dugaan korupsi pembangunan jalan Sumut.
KPK tidak mau menyampuri keputusan Dewas yang mengusut laporan tersebut. Tapi, KPK mengeklaim penyidik sampai jaksa tidak melakukan kesalahan.
Dewas KPK memanggil Kasatgas Rossa Purbo Bekti untuk mengklarifikasi aduan terkait tidak dipanggilnya Bobby Nasution dalam kasus rasuah proyek jalan di Sumut
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved