Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Hukum Pidana, Chairul Huda, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menindaklanjuti dugaan penggelembungan atau mark up dalam proyek Kereta Whoosh yang sebelumnya dikenal sebagai Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan KPK adalah menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memastikan ada tidaknya kerugian negara dalam proyek tersebut.
“Perlu melibatkan BPK. Harus dilakukan penyelidikan untuk membuktikan jumlah kerugian keuangan negara secara pasti,” ujar Chairul dalam keterangannya pada Kamis (6/11).
Chairul menegaskan, setelah nilai kerugian negara ditemukan, KPK harus menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya dugaan penyimpangan anggaran itu.
Ia juga menilai, mantan Presiden Joko Widodo perlu diperiksa untuk memastikan keterlibatannya dalam proses pengadaan proyek yang sebagian besar didanai oleh pinjaman dari China tersebut.
“Baru setelah hal itu bisa dipastikan, dicari siapa yang bertanggung jawab, termasuk menelusuri keterlibatan Pak Jokowi,” katanya.
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan dugaan korupsi dalam proyek Whoosh tetap berjalan, meski Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan tidak ada pelanggaran hukum.
“Penyelidikan tidak ada larangan kan, tidak ada satu larangan untuk melakukan penyelidikan,” kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dikutip pada Kamis (6/11).
Menurut Tanak, penyelidikan penting untuk memastikan tidak adanya pelanggaran hukum dalam proyek itu. Itu, lanjutnya, bisa jadi penegas atas pernyataan Presiden.
“Alangkah bagusnya memang kalau ada penyelidikan, sehingga ada kepastian hukum,” tukasnya.
Selain itu, Tanak mengatakan KPK tidak akan menaikkan perkara itu ke penyidikan jika tidak ada bukti. Lembaga Antirasuah itu juga memastikan akan mengikuti aturan yang berlaku.
“Kalau tidak ada (bukti), ya (kasusnya) selesai,” ujarnya. (Dev/M-3)
Kini Whoosh memunculkan utang yang terus membengkak.
Sebanyak 574 personel, termasuk penguatan dari KAI Group, telah menuntaskan proses handover sebesar 80%.
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
PT KCIC menyesuaikan jadwal perjalanan KA Cepat Whoosh selama 22 hari mulai 19 Februari hingga 12 Maret 2026 akibat pekerjaan pemindahan kabel SUTT 150 kV di jalur Padalarang–Tegalluar.
Layanan kereta cepat Whoosh semakin mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi pilihan wisatawan mancanegara, khususnya asal Malaysia, selama momen libur Nataru.
Penjualan tiket Whoosh diprediksi akan terus bertambah dan diperkirakan dapat melampaui 23 ribu penumpang hingga malam nanti, seiring tingginya mobilitas saat libur Natal 2025.
KCIC menghadirkan promo Whoosh Dealcember berupa diskon Rp25.000 untuk tiket kereta cepat Whoosh kelas Premium Economy, berlaku untuk keberangkatan 10-15 Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved