Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, mengingatkan adanya potensi tumpang tindih antara Tim Reformasi internal Polri dengan Komisi Reformasi yang tengah disiapkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyarankan Polri mendukung penuh tim bentukan pemerintah agar tidak muncul kesan membuat tim tandingan.
“Kalau tidak sinkron, justru akan menimbulkan stagnasi akibat perbedaan perspektif yang tidak substansial,” ujar Bambang saat dihubungi Media Indonesia, Senin (22/9).
Sebelumnya, Presiden Prabowo memberi perhatian khusus pada agenda reformasi kepolisian. Pada 17 September lalu, ia melantik mantan Wakapolri, Ahmad Dofiri, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Reformasi Kepolisian. Presiden juga pernah menyatakan rencananya membentuk tim atau komisi reformasi Polri, sebuah langkah yang tak lepas dari tuntutan publik saat unjuk rasa besar-besaran akhir Agustus lalu.
Lebih lanjut, Bambang mengatakan bila tim internal tidak sesuai harapan masyarakat, hal itu bisa menjadi blunder.
“Itu justru memperkuat alasan Presiden untuk mempercepat pergantian Kapolri,” tegasnya.
Ia menilai langkah Presiden membentuk komisi independen merupakan sinyal kuat bahwa perbaikan Polri adalah agenda prioritas nasional, bukan sekadar urusan internal institusi.
Karena itu, sikap mendukung dari Polri justru akan memperkuat posisi lembaga ini di mata publik.
“Kalau Polri bersikap defensif atau menunjukkan resistensi, masyarakat bisa semakin curiga bahwa reformasi ini hanya formalitas. Padahal dukungan terhadap tim Presiden akan menegaskan bahwa Polri siap diawasi dan dievaluasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, koordinasi erat antara dua tim sangat penting untuk menghindari tumpang tindih kebijakan dan menjaga konsistensi reformasi.
“Tujuannya kan sama, yakni memperbaiki institusi. Maka jangan sampai perbedaan teknis memperlambat agenda besar reformasi Polri,” pungkas Bambang. (P-4)
Ia menyoroti langkah Presiden yang telah membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai upaya yang seharusnya dihormati oleh parlemen.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Salah satu poin fundamental dalam rekomendasi tersebut adalah penegasan kedudukan Polri sebagai alat negara yang berada langsung di bawah otoritas Presiden.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden sebagai alat negara di bidang keamanan.
Listyo menyatakan bahwa Polri terus melangkah dengan berbagai upaya sosialisasi skala besar untuk menyamakan persepsi seluruh jajaran penegak hukum di lapangan.
Pengamat Sebut Polri Perlu Fokus pada Penguatan Reformasi Internal
Ia menyoroti langkah Presiden yang telah membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai upaya yang seharusnya dihormati oleh parlemen.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden sebagai alat negara di bidang keamanan.
Lembaga think tank Rumah Politik Indonesia (RPI) mengungkapkan optimismenya terhadap transformasi besar yang akan dialami Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggota Polri tidak baper dan merespons cepat aduan masyarakat agar stigma no viral no justice tidak berulang.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf karena kinerja Polri dinilai masih jauh dari kesempurnaan dalam Rilis Akhir Tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved