Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi II DPR RI dari Fraksi PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebaiknya tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat. Menurutnya, sistem pemilihan langsung merupakan hasil dari perjuangan reformasi dan tidak semestinya dihapus begitu saja.
Ia menilai, wacana untuk mengembalikan Pilkada kepada DPRD justru berpotensi merampas hak rakyat dalam menentukan pemimpin daerah mereka.
"Jadi sungguh aneh kalau hak rakyat untuk menentukan pemilihnya lalu diambil dan diserahkan pada segelintir elite yang ada di DPRD," tambah dia.
Politikus PDIP itu mengingatkan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak kelam ketika Pilkada dilakukan oleh DPRD, terutama pada masa Orde Baru. Menurutnya, saat itu intervensi kekuasaan sangat kuat dan kerap mengancam stabilitas politik.
Ia juga khawatir pemilihan dilakukan oleh DPRD ada pihak-pihak tertentu yang ikut cawe-cawe dan bisa berdampak pada stabilitas politik nasional.
"Oleh karena itu paling aman tetap pada pemilihan kepala daerah oleh rakyat," kata Deddy.
Sementara itu, menanggapi isu soal wacana pengangkatan gubernur oleh presiden, Deddy menyatakan tidak keberatan jika hal tersebut benar-benar diterapkan. Menurutnya, secara struktur, gubernur memang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat.
"Saya pribadi, partai belum memutuskan, berpendapat tidak ada masalah kalau gubernur diangkat oleh presiden sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat. Tetapi kewenangannya juga harus jelas," kata Deddy.
Deddy menekankan bahwa posisi gubernur bukan sebagai penguasa wilayah, melainkan administrator yang bertugas mengoordinasikan pembangunan antarwilayah.
"Jangan seperti sekarang gubernur bertanggung jawab urusan SMA dan SMK. Ketika dia nggak ngurus, rakyat nggak tahu. Yang ditanya bupati wali kota. Lalu misalnya soal pembangunan jalan, infrastruktur. Yang punya wilayah itu adalah daerah," kata Deddy. (P-4)
Pilkada tak langsung bisa membengkokkan aspirasi rakyat di daerah, karena bisa jadi antara kepentingan DPRD dengan rakyat atas figur kepala daerah bisa berbeda.
TePI Indonesia menolak keras wacana pengembalian sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan oleh DPRD.
Mendagri Tito Karnavian mengatakan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) dapat dilakukan dengan cara tidak langsung, alias dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Sebagaimana pernyataan Prabowo, kata dia, negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia pun sukses menyelenggarakan pilkada tidak langsung.
Pakar Hukum Pemilu Universitas Indonesia, Titi Anggraini mengatakan perhelatan pilkada di Papua harus memiliki mekanisme khusus yang berbeda dari wilayah lainnya.
KUHAP baru membawa mekanisme kontrol yang lebih ketat.
Seluruh masukan dari elemen masyarakat akan diakomodasi dalam bentuk rekomendasi resmi Komisi III untuk mempercepat pembenahan di tubuh Korps Bhayangkara.
Komite Reformasi Polri berharap pembenahan Korps Bhayangkara tidak bersifat temporer
Mekanisme baru ini dirancang untuk menciptakan kepastian hukum dan efisiensi waktu dalam proses peradilan pidana di Indonesia.
Penyesuaian institusional yang mendasar akan mampu memulihkan dan menjaga kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Reputasi institusi kepolisian kerap meningkat pada momen tertentu, namun bisa menurun drastis ketika muncul kasus yang menyentuh rasa keadilan publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved