Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Indikator Politik Indonesia mengukur tingkat kepercayaan publik dan partai politik terhadap penanganan kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
Temuan survei menunjukkan bahwa sebanyak 22,2% basis kader Partai Gerindra percaya Jokowi telah memalsukan ijazah. Sementar itu, pada basis PKS sebanyak 24,1 percaya atas perlakuan tersebut.
Kemudian, pada basis mantan partai Jokowi, PDIP, menunjukkan data sebesar 25,6% percaya Presiden ke-7 Indonesia itu telah memalsukan ijazah.
Kendati rasa ketidakpercayaan terhadap pemalsuan ijazah Jokowi terbilang rendah pada dua basis partai besar tersebut, hal lain ditunjukkan pada basis Partai Golkar yang cukup percaya bahwa Jokowi memalsukan ijazah.
“Kecuali basis Golkar, terbelah sama besar antara yang percaya dan tidak percaya. Setidaknya ada 45,4% basis partai Golkar percaya Jokowi memalsukan ijazah. Angka itu paling tinggi dibandingkan basis dari partai lain,” jelas Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam paparannya pada Selasa (27/5).
Selain ditujukan kepada partai politik, survei ini juga mengelompokkan responden mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap ijazah Jokowi dalam kategori basis partai.
Burhan mengatakan bahwa baik pada kelompok responden yang tidak mengetahui kasus maupun responden yang mengetahui kasus, mayoritas menyatakan tidak percaya Jokowi telah memalsukan ijazahnya.
“Jadi yang tidak percaya Pak Jokowi memalsukan ijazah itu 66,9% dari semua responden,” ujarnya.
Survei ini diikuti oleh 1.286 responden dengan wawancara melalui sambungan telepon. Metode sampel menggunakan double sampling dengan menghasilkan margin of error 2,8% dan tingkat kepercayaan 93 persen.
Indikator Politik Indonesia lalu membagi responden ke dalam dua kelompok dalam survei kategori ini. Kelompok pertama adalah semua responden yang terlibat survei dan kelompok kedua merupakan mereka yang mengetahui kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
“Yang mengaku tahu kasus ini 75,9%. Jadi terus terang jarang kasus hukum yang menarik perhatian seluas ini. Kalau saya bulatkan, dari 10 orang Indonesia, 8 tahu kasus ijazah palsu,” ujar Burhan.
Di samping itu, sebanyak 69,9% respons yang mengetahui kasus ini yang tidak percaya Pak Jokowi memalsukan ijazahnya. Namun, ada sekitar 19% masyarakat yang percaya Pak Jokowi memalsukan ijazah.
Survei juga menghitung tingkat kepercayaan berdasarkan demografi dan wilayah. Ditemukan bahwa responden laki-laki mayoritas sangat percaya dan percaya terhadap kasus dugaan ijazah palsu Jokowi tersebut, yakni sebanyak 24,1%.
Dari kategori generasi antara Gen Z, milenial, Gen X dan Baby Boomers, mayoritas yang percaya dan sangat percaya adalah Gen Z dan Baby Boomers, yakni di angka yang sama 21,4%. (H-3)
Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, menilai salinan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo tanpa sensor yang diterima Bonatua Silalahi sebagai 99,9 persen palsu usai diteliti sejumlah ahli.
JEJAK Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat menjalani praktik Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ketoyan, Wonosegoro, Boyolali, pada periode Maret hingga pertengahan Juni 1985, akhirnya terkuak.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo menegaskan akan tampil di forum pengadilan, untuk menunjukkan ijazah serjana Fakultas Kehutanan UGM miliknya.
Akademisi Rocky Gerung mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan sebagai ahli yang dihadirkan pihak Roy Suryo dalam perkara dugaan ijazah palsu Jokowi.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
POLEMIK ijazah Jokowi yang terus berlarut dinilai tidak lagi menyentuh kepentingan publik dan cenderung bergeser menjadi isu politik yang diproduksi berulang.
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. Pengamat menilai keberanian pemberantasan korupsi diapresiasi.
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meraih kepuasan publik tertinggi 84,9 persen.
Golkar merespons hasil survei yang menunjukkan bahwa basis pemilih Golkar menjadi yang paling banyak mempercayai ijazah Jokowi palsu.
Burhanuddin mengungkapkan beberapa alasan yang mendasari tingginya tingkat kepuasan terhadap Mayor Teddy. Salah satunya adalah kedekatan Mayor Teddy dengan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam hasilnya surveinya, Indikator Politik Indonesia menyatakan bahwa 13% publik sangat percaya dan 66% cukup percaya pada Kejaksaan Agung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved