Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Sugiono, merupakan salah satu tokoh politik senior di Partai Gerindra, kian santer disebut sebagai calon kuat kandidat Menteri Luar Negeri (Menlu) dalam kabinet Prabowo Subianto. Sugiono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, dikenal memiliki segudang pengalaman yang luas baik di bidang militer maupun di bidang politik.
Dapat diketahui, pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih ke-8 Republik Indonesia akan berlangsung pada Minggu, 20 Oktober 2024, di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Dilansir Antara, Selasa (15/10), acara pelantikan tersebut menandai dimulainya pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden untuk masa jabatan 2024-2029.
Baca juga : Profil Putra Paniai yang Dipanggil Prabowo
Lantas, siapa sebenarnya sosok Sugiono yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk posisi Menteri Luar Negeri? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Profil Sugiono
Politikus Gerindra kelahiran Takengon, Aceh, pada 11 Februari 1979 ini merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara pada 1997. Saat ini, Sugiono menjabat sebagai Ketua Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI.
Baca juga : 19,8 M Harta Wakapolri yang Dipanggil Prabowo ke Kertanegara
Sugiono, yang kini berusia 45 tahun, menghabiskan masa kecilnya di Aceh. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Takengon dari 1985 hingga 1991, kemudian melanjutkan ke SMPN 3 Banda Aceh dari 1991 hingga 1994.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP, Sugiono melanjutkan studinya di SMA Taruna Nusantara Magelang pada 1994 hingga 1997. Cita-citanya untuk menjadi seorang prajurit mendorongnya mendaftar sebagai calon taruna AKABRI.
Saat itu, Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Prabowo Subianto meluncurkan program pengiriman alumni SMA Taruna Nusantara ke perguruan tinggi militer di Amerika Serikat melalui beasiswa.
Baca juga : 49 Calon Menteri Prabowo
Keinginannya menjadi prajurit TNI Angkatan Darat dan kesempatan belajar di luar negeri mendorongnya untuk mendaftar. Sugiono berhasil lulus seleksi dan mengikuti pendidikan sebagai kadet di Norwich University, kampus militer tertua di Amerika Serikat.
Saat masa pendidikannya di Amerika Serikat, ia meraih gelar sarjana dari program studi teknik komputer di Norwich University, dan sempat tinggal serta bekerja di Rhode Island.
Setelah kembali ke Indonesia, Sugiono melanjutkan pendidikan calon perwira TNI (Semapa PK) di Akademi Militer Magelang. Ia lulus pada 2002 dan dilantik sebagai Letnan Dua korps Infanteri.
Baca juga : 49 Calon Menteri yang Dipanggil Prabowo Dinilai belum Memenuhi Kriteria Zaken Kabinet
Pada saat menjadi prajurit, Sugiono pernah menjabat sebagai sekretaris pribadi Prabowo Subianto sebelum pembentukan Partai Gerindra. Ia sudah dipercaya untuk mendampingi Prabowo sejak lama.
Tak lama setelah itu, Sugiono terjun ke dunia politik sebagai anggota Dewan Pendiri Partai Gerindra dan aktif sebagai kader sejak 2008. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua Umum dan Harian DPP Gerindra untuk periode 2020-2025. Selain itu, antara 2021 hingga 2024, ia juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI.
Dapat diketahui, Sugiono dikenal sebagai salah satu anak ideologis Prabowo, berkat kecerdasannya dan posisinya sebagai orang terdekat Presiden terpilih Prabowo Subianto. (I-2)
Menlu Sugiono mengatakan Indonesia tak membayar uang setoran anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian sebesar 1 Miliar Dolar AS. Indonesia, ujar dia mengirimkan pasukan perdamaian.
Menlu Sugiono bertemu Wakil Palestina di PBB, bahas Solusi Dua Negara, Board of Peace, dan kesiapan Indonesia kirim pasukan perdamaian ke Gaza.
Sejumlah mantan menteri luar negeri menegaskan, keikutsertaan Indonesia tidak lepas dari komitmen lama bangsa ini dalam membela Palestina dan mendorong penyelesaian damai yang adil.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengundang para menteri dan wakil menteri luar negeri pemerintahan terdahulu ke Istana Negara, diduga perihal Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
MENTERI Luar Negeri (Menlu), Sugiono menjelaskan soal iuran 1 miliar dolar AS atau setara Rp16,82 triliun untuk keanggotaan Dewan Keamanan bukan membership fee
Menlu Sugiono menegaskan menjaga kepentingan nasional harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah kebijakan luar negeri Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas atau ratas di Kertanegara, Jakarta, Jumat (27/2) dengan menteri Kabinet Merah Putih setelah melakukan kunjungan luar negeri ke AS
Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan kenaikan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu dan tunjangan non-ASN Rp2 juta di era Prabowo. Cek detailnya.
Dubes Rusia Sergei Tolchenov hormati keputusan Presiden Prabowo gabung Board of Peace (BoP) Gaza, namun ungkap alasan Rusia tak ikut serta. Cek faktanya.
Selama ini, hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab memang berkembang pesat, terutama pada sektor energi, infrastruktur, dan proyek-proyek pengembangan ekonomi baru.
Dalam kunjungan kerjanya ke Uni Emirat Arab, Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Bahr, Kamis (26/2).
Setibanya di Bandara Presidential Flight pukul 18.00 waktu setempat, kehadiran Presiden langsung disambut hangat oleh perwakilan warga Indonesia yang bermukim di sana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved