Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERANTASAN judi online tidak bisa hanya disikapi secara hitam putih antara pelaku judi dan sanksi pidana atau hukuman. Menghentikan perjudian online harus dilakukan secara komprehensif melibatkan semua pihak. Pernyataan ini disampaikan anggota Komisi III DPR Johan Budi (JB), Kamis (27/6).
"Jadi memang tidak bisa dilihat secara hitam putih seperti itu harus komprehensif semuanya. Maka satgas anti judi online ini jangan berhenti pada penyampaian detilnya tapi apa langkah yang konkret seperti Kominfo apa, kementerian agama apa," ujarnya.
Menurut JB, sikap PPATK yang menyampaikan para oknum yang melakukan judi online sudah tepat. Sebab selain PPATK merupakan bagian dari satgas, mereka juga menelusuri aliran uang judi hingga bekerja sama dengan PPATK di Asean.
Baca juga : Banyak yang Terlibat Judol, MUI Sebut Mentalitas Anggota DPR Bermasalah
"Kemarin PPATK itu sebetulnya menyampaikan laporan secara menyeluruh. Dan anggota DPR ada yang bertanya tentang siapa yang terlibat judi online. Jadi saya kira bukan PPATK. Yang disampaikan PPATK siapa saja yang terlibat judi online (profesi) bagus. Dan DPR tentu mendorong menyelesaikan pusat masalahnya dan solusinya," jelasnya.
Dalam upayanya, lanjut JB, satgas khususnya PPATK sudah sering membekukan rekening para penjudi termasuk rekening para bandar judi.
"Sudah dilakukan pembekuan tapi muncul lagi. Semua pihak harus ikut memberantas judi online. Tidak bisa lihat satu aspek itu saja soal hukum," tambahnya.
Sebelumnya, anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi menyoroti jumlah transaksi judi online yang tembus hingga Rp600 triliun pada awal 2024. Dia mempertanyakan adanya pejabat yang menjadi backing judi online. Aboe meminta PPATK membongkar pejabat tersebut jika memang ada. Dia juga meminta PPATK membongkar anggota legislatif, eksekutif, dan yudikatif yang bermain judi online. (Z-10)
Hasbiallah Ilyas, meminta aparat penegak hukum transparan dalam penanganan kasus Fandi Ramadan, ABK Sea Dragon yang terancam hukuman mati dalam perkara 2 ton sabu.
Jaksa mendasarkan tuntutan mati karena Fandi dianggap bersalah tidak menolak atau memeriksa muatan kapal yang ternyata berisi sabu.
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menegaskan peradilan militer bukan ruang impunitas dalam sidang uji materi UU Peradilan Militer di Mahkamah Konstitusi.
Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya meminta pemerintah bertindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerjanya.
Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, menyerukan penundaan impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memberikan klarifikasi tegas terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai penutupan gerai Alfamart dan Indomaret.
Dalam pengungkapan judi online, diketahui bahwa para pelaku tidak hanya menggunakan handphone milik pribadinya. Namun bisa juga menggunakan gadget di tempat perjudian.
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Pernyataan PPATK yang menyebut di tahun 2025 untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menekan angka judi online (Judol) dipertanyakan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan apresiasi kepada GoPay, layanan dompet digital di bawah GoTo Financial dan GoTo Group, atas kontribusinya memerangi judol.
Sepanjang 2025, PPATK menerima 43 juta laporan dari pihak pelapor, meningkat 22,5% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 35,6 juta laporan.
Penurunan drastis ini, memiliki dampak sosial yang besar karena secara langsung menyelamatkan jutaan masyarakat dari kerugian finansial akibat perjudian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved