Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Politik Lokal Papua Frans Maniagasi mengkritik pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terakait penilaiannya atas kinerja Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Daya Mohammad Musa’ad saat rapat kerja Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/6) lalu.
Tito Karnavian meminta maaf terkait kinerja Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Daya Mohammad Musa’ad. Ia mengaku kaget ketika mendapatkan laporan kinerja yang kurang baik dari Musa’ad.
“Untuk Papua Barat Daya, saya terus terang minta maaf kalau sampai ada hal yang kurang menyenangkan,” kata Tito dalam rapat kerja Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/6).
Baca juga : Mendagri Tito Akui Pemerintah Sejak Awal Beri Dukungan di Pemilu 2024
Frans Maniagasi menilai pernyataan Tito kurang elok. Menurutnya, sebagai Mendagri sepatutnya menggunakan pedoman dan tata cara kebiasaan atau protap yang lazim berlaku di pemerintahan terutama birokrasi antara atasan dan bawahan untuk memberikan teguran.
"Tanyakan pada yang bersangkutan, kalau pun sudah pernah ditegur, katanya tegurannya keras, tak perlu disampaikan kepada media massa atau media online. Tapi berikan arahan, petunjuk, agar Pj gubernur dapat memperbaiki kinerjanya," kata Frans Maniagasi.
Bila ada masukan dari para pihak tentang kinerja Pj kepala daerah yang kurang baik, Frans menegaskan sepatutnya dilakukan pengecekan oleh Mendagri kepada yang bersangkutan. Apalagi, kata dia, para Pj kepala daerah ini adalah ASN/ PNS bawahan dari Mendagri. Sehingga bila ada kekeliruan atau kesalahan yang dilakukan mestinya Mendagri yang menegur, mengarahkan dan membina penjabat tersebut sesuai protap yang berlaku.
Baca juga : Sah! Pj Gubernur Papua Pegunungan dan Bangka Belitung Dilantik di Jakarta
"Bila langsung menyatakan penjabat yang bersangkutan berkinerja kurang baik justru masyarakat menilai bahwa Mendagri kurang sukses dalam membina dan membimbing penjabat yang bersangkutan," jelasnya.
Frans juga menjelaskan permasalahan pembangunan fisik Kantor Gubernur Provinsi Papua Barat Daya yang ditemui oleh Komisi II DPR RI dalam kunjungan kerja dilapangan. Dia mengatakan persoalan tu telah dijelaskan oleh Pj Gubernur Papu Barat Daya bahwa pembangunan fisik belum dimulai
"Apa sih sulitnya, Mendagri melakukan cek dan ricek kepada pak Mus’aad guna mengkonfirmasi temuan lapangan dari Komisi II DPR RI sebelumnya, dengan demikian Mendagri memperoleh penjelasan dan juga mengetahui duduk perkara yang sebenarnya, sebelum mengeluarkan pernyataan seperti itu," jellasnya.
Baca juga : Penunjukan Pj Kepala Daerah Kembali tidak Transparan
"Hal ini juga bagian dari kita sebagai bangsa membangun national building ke Indonesiaan di Papua, yang kelak juga menjadi contoh untuk generasi muda Papua dan generasi bangsa kita secara keseluruhan, tanpa mesti mengeluarkan stamen yang berdampak kurang baik," lanjutnya.
Dilansir ANTARA, pernyataan Tito menjawab kritik Wakil Ketua Komisi II Junimart Girsang yang mempertanyakan kapasitas PJ Gubernur Papua Barat Daya Mochammad Musa'ad. Junimart mengatakan pada saat peresmian kantor gubernur, batu yang harusnya dijadikan 'simbol' tidak ada.
“Mohon maaf tidak bisa dipertahankan, sangat mempermalukan bangsa dan negara, sangat mempermalukan Presiden Jokowi juga. Bagaimana mungkin untuk hal-hal yang peletakan batu itu bersifat sejarah, peletakan batu pertama itu batunya tidak kelihatan. Wakil Presiden meresmikan tentang ibu kota pemerintahan, yang notabene kantor gubernur, batunya hilang, dan sama sekali tidak ada progres sedikit pun di sana,” jelasnya. (RO/P-5)
Mendagri Tito Karnavian meminta praja IPDN menerapkan ilmu pemerintahan untuk membantu pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.
Mendagri Tito Karnavian mengirim 1.132 praja IPDN untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang.
Menurut Mendagri data by name by address dari pemerintah kabupaten sangat diperlukan.
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan perlunya percepatan penanganan dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) berupa 30 ton beras untuk korban bencana di Medan dialihkan ke Muhammadiyah Medical Center
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bantuan 30 ton beras untuk korban bencana di Medan bukan berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari organisasi Bulan Sabit Uni Emirat Arab
Kehadiran Kantor OJK di Manokwari juga diharapkan bisa memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan wilayah Indonesia Timur.
ANGGOTA Komisi VII DPR RI Rico Sia mengatakan saat ini Papua Barat Daya sudah semakin menjadi daerah tujuan wisata yang diminati wisatawan domestik dan mancanegara.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan apresiasi atas kehadiran Baleg DPR RI di Sorong, untuk mendengar langsung pandangan daerah terhadap RUU BPIP.
BADAN Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan investigasi dan pengecekan mendalam terkait temuan belatung pada Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Klamasen, Sorong, Papua Barat Daya.
Rembuk stunting ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah dan komitmen seluruh pemangku kepentingan yang ada.
PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) ambil bagian dalam kegiatan Fintech Lending Days (FLD) 2025 yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia di Kota Sorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved