Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
SEKRETARIS Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti meminta kepada para pemimpin bangsa untuk memberikan teladan ke masyarakat untuk bisa melakukan rekonsiliasi agar bisa mempererat persaudaraan pasca-pemilu.
Untuk itu, Mu'ti mendorong agar rencana pertemuan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri bisa berjalan demi kepentingan bangsa, buka kepentingan kelompok.
"Bagus sekali jika para elit saling membuka hati, diri, dan rumah untuk memberikan optimisme dan kesejukan bagi masyarakat luas," kata Mu'ti saat dihubungi, Minggu (14/4).
Baca juga : Ahmad Basarah Sebut Megawati tidak akan Hadiri Gelar Griya Presiden Joko Widodo
Mu'ti menambahkan dalam momentum Idul Fitri memuat semangat kebersamaan dan kerukunan antar sesama warga yang perlu dicontohkan oleh para elite.
"Sangat indah apabila para elite bangsa memberikan teladan bagaimana melakukan rekonsiliasi setelah perhelatan politik yang mungkin menimbulkan friksi dan ketegangan politik," ujarnya.
Jokowi dan Megawati belum bertemu hingga saat ini, termasuk saat momentum Lebaran. Hal tersebut dinilai menunjukkan kian merenggangnya relasi Jokowi dengan ketua umum dari partai politik pengusung utamanya di Pemilihan Presiden 2014 dan 2019.
Istana mencoba menepis dugaan merenggangnya hubungan kedua tokoh bangsa itu. Silaturahmi Jokowi dengan Megawati tengah dicarikan waktu yang tepat. (Mal/Z-7)
Menurutnya, format baru itu membuat mesin partai lebih profesional sekaligus memastikan setiap kader fokus pada tanggung jawab organisasinya.
Padahal proses pemberhentian sejumlah ketua DPD PDIP sesuai dengan apa yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Peraturan Partai.
“Anggota Partai atau kader partai yang terpilih dan ditetapkan menjadi Dewan Pimpinan Partai (DPP) dan Pengurus Partai tidak boleh rangkap jabatan struktural di atas ataupun bawahnya,"
KETUA Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, menegaskan pentingnya membentuk generasi muda yang tangguh dan berjiwa nasionalis. Generasi muda harus siap berkorban untuk negara.
, Politikus PDIP Guntur Romli memastikan absennya Megawati pada upacara HUT ke-80 RI bukan karena adanya masalah dengan Presiden Prabowo Subianto
Hasto menjelaskan Megawati telah berkunjung ke Istana Kepresidenan Jakarta, yakni pada Sabtu (16/8), untuk mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Hal ini tentu jelas-jelas sangat melukai hati rakyat dan warga bangsa di negeri ini.
KETUA PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyambut baik wacana Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) untuk diubah menjadi kementerian revisi UU Haji yang tengah dibahas di DPR.
Sikap antikorupsi harus ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari, terlebih di tengah kondisi rakyat yang sulit mencari pekerjaan.
AGENDA transformasi pendidikan nasional kembali digaungkan sebagai langkah strategis untuk membenahi mutu pendidikan dasar dan menengah di Tanah Air.
Muhammadiyah menilai hal tersebut sebagai komitmen yang besar dari pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru.
MENYONGSONG satu abad kemerdekaan Indonesia, kedaulatan pangan menjadi agenda prioritas yang wajib dimenangkan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved