Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menekankan pentingnya pelibatan perempuan dalam proses pembangunan nasional. Perempuan dinilai bisa membawa penyegaran khususnya dalam mekanisme kepemimpinan.
"Melibatkan dan mengandalkan perempuan dalam proses pembangunan merupakan urgensi untuk menyikapi ragam krisis dan ketidakpastian dunia menuju kesejahteraan bersama," kata Rerie dalam keterangan tertulis, Jumat (8/3).
Rerie mengatakan perempuan yang sehat berpotensi melahirkan perempuan yang berdaya dan mampu membangun keluarga yang sehat. Keluarga Indonesia yang sehat memperbesar peluang mewujudkan negara yang maju dan kuat.
Baca juga : Pelibatan Perempuan dalam Pembangunan Mendesak untuk Jawab Sejumlah Tantangan
"Mengandalkan perempuan sebagai pemimpin pada dasarnya mampu memberi kebaruan dalam mekanisme kepemimpinan berbagai bidang kehidupan dan peran signifikan lainnya," tuturnya.
Politikus Partai NasDem itu menyebut pelibatan perempuan dalam kepemimpinan bukan hal baru dalam perkembangan peradaban Indonesia. Sejak dulu, perempuan berperan penting menjaga keterhubungan antarkesultanan karena keutamaan moral dan intelektual yang dimiliki.
"Bahkan di Aceh di masa lalu terdapat 21 sultana yang memimpin kesultanan di Negeri Serambi Mekah," jelas Rerie.
Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan mesti berpijak pada prinsip altruistik, artinya kepemimpinan yang berpusat pada kesejahteraan dan mengedepankan pelayanan untuk semua.
"Pelibatan dan kehadiran perempuan pada setiap tingkatan kepemimpinan harus dipandang sebagai subjek, bukan lagi ditempatkan pada seperangkat atribusi sosial yang melanggengkan ketimpangan," tandasnya. (Z-11)
Lestari Moerdijat, menegaskan pentingnya membangun sistem peringatan dini bencana yang akurat dan mudah dipahami, agar risiko dampak cuaca ekstrem dapat ditekan semaksimal mungkin.
KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menduga maraknya praktik pembalakan liar sebagai salah satu faktor yang memperparah banjir Sumatra dan Aceh.
Seluruh warga negara, termasuk komunitas kampus, perlu terus didorong untuk menciptakan ruang yang aman melalui berbagai langkah bersama
LANGKAH pencegahan dan penanganan kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditingkatkan, demi mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalani keseharian.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya bersama untuk memastikan partisipasi perempuan lebih bermakna dalam kehidupan bernegara.
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pentingnya penguatan tata kelola dalam pengembangan energi panas bumi di PLTP Gunung Salak.
Yang lebih mendesak adalah menyamakan persepsi antara pengusul, BPKH, dan Baleg DPR RI mengenai bentuk dan karakter kelembagaan BPKH ke depan.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Anggota DPR Fraksi NasDem, Rudianto Lallo, menegaskan bahwa Indonesia kini resmi memasuki babak baru dalam sistem hukum pidana.Hal ini ditandai dengan mulai berlakunya KUHAP baru
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Cindy Monica, menegaskan akan mengawal kemudahan pengurusan dokumen kependudukan bagi masyarakat terdampak bencana.
Langkah pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) guna mengatur penempatan anggota Polri pada jabatan sipil sebagai solusi yang bijak.
Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni mengingatkan agar proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra tidak dibarengi dengan narasi yang berpotensi memecah belah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved