Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai harga minyak dunia dalam waktu dekat akan tetap stabil. Itu berkaca dari tren tiga bulan terakhir yang menunjukkan fluktuasi harga komoditas itu tak begitu signifikan.
Hal tersebut menurutnya juga akan berpengaruh pada harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, utamanya yang non-subsidi. "Kalau melihat tren tiga bulan ke belakang, harga minyak dunia memang cukup stabil dan ke depan memang akan sama. Namun akan berbeda kalau ada situasi global seperti perang di Timur Tengah," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (3/2).
Harga minyak dunia sempat melambung tinggi setelah pecah perang Rusia-Ukraina. Kondisi itu memengaruhi psikologi harga komoditas tersebut dan berpengaruh ke dalam negeri, sehingga pemerintah sempat menaikan harga BBM.
Baca juga : Protes Civitas Academica Bentuk Mosi tidak Percaya Rezim Penguasa
Namun sinyal serupa dalam waktu dekat dinilai tak akan terjadi dan mengerek harga minyak dunia. Dus, harga BBM non-subsidi di dalam negeri diperkirakan tak akan melambung tinggi.
Selain faktor global, kenaikan harga BBM non subsidi di Indonesia juga sedianya dipengaruhi oleh tarif pajak BBM. "Tampaknya kenaikan harga BBM non subsidi terjadi karena ada kenaikan tarif pajak BBM dari 5% menjadi 10%, sehingga memengaruhi harga BBM non subsidi," jelas Fahmy.
Diketahui, dalam sepekan terakhir harga minyak dunia anjlok hingga 7%. Itu disebabkan oleh perkiraan masih tingginya bunga acuan The Federal Reserve dalam beberapa waktu ke depan.
Baca juga : Petisi Civitas Academica UGM untuk Presiden Jokowi Wujud Kesadaran UGM
Hal itu juga diikuti dengan kondisi ekonomi Tiongkok yang masih dalam pelemahan dan akan berpengaruh terhadap permintaan minyak dunia. Selain itu, konflik di Timur Tengah yang mulai mereda turut menarik ke bawah harga komoditas tersebut.
Harga minyak mentah berjangka Brent, misalnya, ditutup dengan harga US$77,33 per barel, turun US$1,37 per barel, setara 1,7% pada perdagangan Jumat (2/1). Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate senilai US$72,28 per barel, turun 2% atau setara US$1,54 per barel. (Mir/Z-7)
Baca juga : Civitas UGM Desak Presiden Jokowi kembali ke Koridor Demokrasi
NAMA pemengaruh (influencer) Amanda Zahra kembali mencuri perhatian warganet setelah ia membagikan kabar pernikahannya. Amanda resmi melepas status jandanya setelah dipinang oleh Adli.
Guru besar UGM mengingatkan bahaya kesehatan dari keracunan berulang. Ia menilai keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis karena lemahnya pengawasan di SPPG.
PIhak UGM menyayangkan pihak yang mengiring opini soal pernyataan Mantan Rektor UGM Prof Sofian Effendi soal ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
ADP yang merupakan Diplomat Kemlu ADP ditemukan tewas dengan kepala terlilit lakban di indekos di Menteng, Jakarta, pada Selasa (8/7/2025).
UGM juga menyiapkan metal detector dan melakukan pengecekan fisik untuk memastikan tidak ada perangkat yang mencurigakan dibawa peserta ke dalam ruang ujian.
Perahu mahasiswa UGM tenggelam di perairan Pulau Wahr, Maluku Tenggara, Selasa (1/7). Dua mahasiswa ditemukan meninggal, sementara lima lainnya selamat.
Harga minyak Brent dan WTI jatuh hampir 3% setelah pernyataan Donald Trump terkait situasi di Iran meredakan kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan global.
Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan mencampuri konflik politik antara Amerika Serikat dan Venezuela. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut pemerintah fokus pada urusan dalam negeri.
PRAKTISI minyak dan gas (migas) Hadi Ismoyo menilai konflik AS-Venezuela tidak akan mengubah jalur perdagangan minyak dunia maupun mendorong kenaikan harga minyak global.
Pemerintah Indonesia memastikan konflik AS dan Venezuela belum berdampak pada ekonomi domestik. Harga minyak dunia terpantau stabil di US$63 per barel.
Seigle memprediksi tren jangka menengah tetap menuju moderasi harga minyak.
Meski ketegangan di Timur Tengah belum mereda, harga minyak dunia belum pernah mencapai di atas US$75 per barel dalam beberapa bulan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved